Batasan Saat PDKT yang Harus Diperhatikan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa batasan PDKT yang harus diperhatikan sebelum memasuki hubungan yang lebih serius. Hal ini merupakan langkah penting dalam menjalin kedekatan dengan seseorang.
Agar hubungan berkembang secara sehat, perlu memperhatikan dan menerapkan beberapa batasan dalam PDKT.
Untuk mengetahui pemaparan lebih lanjut, simak uraian di bawah ini.
Batasan PDKT yang Harus Diperhatikan
Dalam buku PDKT Aman Gak Malu-maluin, yang ditulis oleh Rene Langga, beberapa batasan di dalam proses PDKT, di antaranya:
1. Tujuan Saat Memulai Hubungan
Saat PDKT, penting untuk jujur tentang tujuan dalam menjalin hubungan ini. Apakah tujuannya adalah mencari hubungan serius atau hanya ingin bersenang-senang? Jelaskan tujuan ini kepada pasangan.
Tindakan tersebut untuk menghindari pemborosan waktu pada orang yang memiliki visi yang berbeda. Memiliki batasan tersebut membantu menghindari ketidakcocokan di masa depan.
2. Tidak Perlu Selalu Ada untuk Pasangan
Dalam fase PDKT, penting menjaga keseimbangan dalam komunikasi. Tidak perlu selalu hadir setiap saat.
Hal ini tidak berarti kita tidak peduli, tetapi menunjukkan bahwa terdapat prioritas lain dalam hidup.
Tetapkan batasan yang jelas bahwa waktu yang lebih serius hanya diberikan kepada seseorang yang sudah memiliki tempat istimewa dalam hati.
3. Membuat Batasan untuk Kontak Fisik
Tentang kontak fisik, setiap pasangan memiliki preferensi masing-masing. Namun, selama PDKT, penting menjaga batasan yang tepat.
Terlalu banyak kontak fisik justru bisa membuatnya tidak nyaman. Mempertimbangkan membatasi kontak fisik seperti bersalaman atau bergandengan tangan pada saat yang tepat bisa membuat gebetan merasa dihargai.
Batasan tersebut membantu menjaga hubungan tetap dalam tahap yang wajar.
4. Hindari Oversharing
Terkadang, saat menemukan seseorang yang cocok, tanpa sadar sering berbicara terlalu banyak tentang diri sendiri. Padahal hal tersebut berpotensi membuat lawan bicara ilfeel.
Selama fase PDKT, lebih baik mengontrol diri dan berbicara hanya tentang hal-hal yang penting. Serta membiarkan hubungan berkembang secara alami.
5. Hindari Membuat Skenario dalam Otak
Batasan terakhir yang perlu diperhatikan adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Menghindari membuat skenario dalam pikiran tentang bagaimana hubungan akan berkembang di masa depan.
Pertimbangkan ini sebagai kesempatan untuk saling mengenal dan berteman. Memiliki ekspektasi yang realistis membantu menghindari sakit hati dan kekecewaan di kemudian hari.
Dengan memperhatikan batasan-batasan ini selama fase PDKT, hubungan dapat berkembang lebih sehat dan lebih berarti di masa depan. (DAI)
