Konten dari Pengguna

Battery Test dalam Psikologi dan Fungsinya yang Wajib Dimengerti

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Battery Test dalam Psikologi. Foto: dok. Unsplash/Markus Winkler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Battery Test dalam Psikologi. Foto: dok. Unsplash/Markus Winkler

Battery test dalam psikologi adalah salah satu jenis tes yang diterapkan dalam dunia psikologi. Jenis tes ini umumnya diterapkan dalam suatu rangkaian khusus. Salah satu contoh battery test adalah tes bakat.

Dalam tes bakat yang menerapkan metode battery test ini, terbagi menjadi beberapa jenis tes. Masing-masing jenis tes tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda antara satu jenis tes dan jenis lainnya.

Mengenal Battery Test dalam Psikologi dan Fungsinya

Ilustrasi Battery Test dalam Psikologi. Foto: dok. Unsplash/Bret Kavanaugh

Dikutip dari buku berjudul Pengantar Psikodiagnostik yang disusun oleh Eva Meizara dan ‎Nirwana Permatasari (2021: 30), battery test adalah penggunaan dua atau lebih tes secara bersamaan.

Namun, rangkaian yang dilakukan dalam tes ini tidak boleh diberikan secara kesemuanya.

Battery test berfungsi untuk mengecek apakah ada hasil tes yang menyimpang hingga mengetahui tentang kepribadian atau kemampuan yang dimiliki individu.

Contoh Battery Test

Contoh battery test adalah tes bakat. Terdapat beberapa battery test dalam tes bakat yang dapat diterapkan.

Dikutip dari buku berjudul Psikologi Pendidikan yang ditulis oleh Dr. Ina Magdalena, M.Pd dan P2K UMT PGSD Ak. 22 (2023: 36), berikut ini beberapa contoh battery test dalam tes bakat di bidang psikologi.

1. Differential Aptitude Test (DAT)

DAT disusun oleh G. Bennett, H.G. Seashore, dan A.G, Wesman. Tes perbedaan bakat ini merupakan salah satu seri atau rangkaian tes bakat yang umum digunakan di dunia pendidikan atau dunia kerja.

2. General Aptitude Test Battery (GATB)

GATB dikembangkan oleh United State Employment Services (USES) pada 1974. Dalam tes ini, terdapat beberapa poin tes yang akan menguji dan mengukur faktor pembelajaran secara umum.

Rangkaian tes pada GATB membutuhkan waktu pengerjaan selama dua setengah jam.

3. Flanagan Aptitude Classification Test (FACT)

FACT memiliki beberapa tujuan dan fungsi, salah satunya adalah sebagai alat baku untuk memprediksikan tingkat kesuksesan bekerja dari seseorang berdasarkan bakat yang dimilikinya. Dalam tes ini, peserta perlu menyelesaikan 14 sub tes.

Demikian pembahasan tentang battery test dalam psikologi yang disajikan secara ringkas. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan, khususnya di bidang psikologi. (DAP)