Bias Sosial: Pengertian dan Contohnya yang Perlu Diketahui

info psikologi
Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
Konten dari Pengguna
25 Januari 2024 23:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi bias sosial adalah. Foto: Toa Heftiba/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bias sosial adalah. Foto: Toa Heftiba/Unsplash
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bias sosial adalah diskriminasi pada seseorang, kelompok, hingga serangkaian gagasan secara tak adil atau merugikan.
ADVERTISEMENT
Terjadinya bias sosial ini dianggap dapat memengaruhi perilaku seseorang, terutama dalam pengambilan keputusan.
Ketahui penjelasan lebih lanjut tentang bias sosial selengkapnya dalam ulasan ini.

Pengertian Bias Sosial

Ilustrasi bias sosial adalah. Foto: Helena Lopes/Unsplash
Melansir p2k.stekom.ac.id, bias adalah sebuah penyajian bahan yang dipenuhi oleh prasangka.
Sementara secara umum, bias merupakan kecenderungan untuk memercayai bahwa seseorang, sebuah ide, atau sesuatu, lebih baik dibanding yang lain.
Bias dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam pengambilan keputusan atau pilihan. Tak hanya itu, bias pun bisa membuat seseorang berlaku tak adil terhadap orang lain. Lalu, bagaimana dengan bias sosial?
Dalam situs National Institutes of Health, ncbi.nlm.nih.gov, dijelaskan bahwa pengertian bias sosial adalah diskriminasi yang dilakukan terhadap seseorang, kelompok, atau serangkaian gagasan dengan cara tidak adil atau merugikan.
ADVERTISEMENT
Bias sosial dapat terjadi secara sadar atau dikenal dengan bias eksplisit dan tidak disadari atau bias implisit.
Baik secara eksplisit maupun implisit, bias sosial disebut sebagai inti dari rasisme hingga diskriminasi. Bias tersebut bisa terjadi antar individu maupun pada tingkat institusi.
Masyarakat yang tak menyadari adanya ketidakadilan dan menerima begitu saja norma atau cara hidup yang menindas, maka ketidakadilan akan berlangsung selamanya. Oleh sebab itu, untuk menghadapi bias sosial, seseorang harus mengakui keberadaannya serta merefleksikan ketimpangan yang ada.
Bias sosial memengaruhi hubungan dan interaksi dengan orang-orang sekitar. Kondisi ini dapat menghambat fungsi tim. Sebagai contoh, ketika suara beberapa anggota tak didengar atau anggota yang tidak diperkenankan mengungkapkan kekhawatiran.
Pada kasus yang lebih parah, bias sosial bisa menyebabkan pelecehan di tempat kerja atau diskriminasi terang-terangan lainnya.
ADVERTISEMENT
Keadaan ini tentu akan berbahaya ketika dianggap sebagai hal yang normal. Karena tentu dapat memengaruhi pembentukan kebijakan hingga keputusan operasional.

Contoh Bias Sosial

Beberapa contoh bias sosial, dalam hal ini adalah bias implisit, antara lain lebih menyukai satu gender dibanding lainnya (contoh, adanya kesenjangan upah karena perbedaan gender) atau anggota tim yang berusia lebih tua tak disertakan dalam promosi.
Contoh lainnya, yaitu manajer yang cenderung memilih karyawan dari penampilan yang menarik, perekrutan terhadap lulusan sekolah bergengsi sebab dianggap lebih unggul dalam pekerjaan, seseorang yang terpengaruh pendapat tim lain dan akhirnya memilih hal yang sama dengan pilihan semua orang.
Bias sosial adalah diskriminasi yang dilakukan terhadap seseorang maupun kelompok. Pupuklah keberanian sehingga dapat mengungkapkan ketidakadilan yang terjadi. (DN)
ADVERTISEMENT