Konten dari Pengguna

Bullying Elektronik: Pengertian, Contoh, dan Dampaknya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bullying elektronik. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bullying elektronik. Foto: Pixabay

Bullying elektronik bisa disebut juga cyberbullying. Bullying jenis ini kini begitu marak dilakukan oleh masyarakat karena kemudahan akses teknologi.

Di bawah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengertian, contoh, dan dampak bullying elektronik yang kerap terjadi di masyarakat.

Pengertian Bullying Elektronik

Ilustrasi bullying elektronik. Foto: Pixabay

Bullying elektronik menurut buku Panduan dan Bimbingan Konseling Kelompok dengan Teknik Psikodrama karya Siti Rahmi, dkk. adalah perilaku bullying melalui sarana elektronik.

Sarana yang dimaksud bisa berupa komputer, handphone, e-mail, SMS, website, media sosial, dan sebagainya yang membutuhkan internet untuk menjalankannya.

Bullying elektronik biasanya bertujuan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar, juga video yang bersifat mengintimidasi, menyakiti, atau menyudutkan.

Bullying elektronik juga bisa disebut sebagai bullying tidak langsung karena dilakukan melalui perangkat alat komunikasi dengan tujuan menindas orang lain.

Contoh Bullying Elektronik

Ilustrasi bullying elektronik. Foto: Pixabay

Salah satu jenis contoh yang paling umum dari bullying elektronik adalah penggunaan media sosial untuk merendahkan orang lain dengan kedok kritik dan saran.

Biasanya, para pelaku akan bersembunyi di balik akun kedua yang biasa disebut akun bodong atau second account untuk memberi komentar jahat pada postingan orang lain.

Bullying elektronik bisa menyerang siapa saja yang memiliki akses ke media sosial, terutama para tokoh publik maupun konten kreator yang saat ini marak keberadaannya.

Ada banyak bentuk cyberbullying dalam buku Digital Parenting karya Maulidya Ulfah, yaitu:

  1. Pelecehan (harassment)

  2. Kritik (denigration)

  3. Pertempuran online (flaming)

  4. Peniruan (impersonation)

  5. Menyamar (masquerading)

  6. Nama samaran (pseudonyms)

  7. Tipuan (outing)

  8. Cyberstalking

Dampak Bullying Elektronik

Ilustrasi bullying elektronik. Foto: Pixabay

Sama seperti dampak bullying pada umumnya, bullying elektronik juga memiliki dampak negatif. Korbannya bahkan dianggap akan lebih berpotensi menderita depresi yang lebih berat.

Hal ini disebabkan informasi yang digunakan untuk mem-bully akan tersimpan dan tersebar secara cepat di internet, juga dapat dilihat oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.

Kasus bullying elektronik juga dilaporkan terus meningkat karena kurangnya kebijakan peraturan yang mengatur tentang hukuman para pelaku bullying elektronik.

Demikian adalah penjelasan mengenai pengertian, contoh, dan dampak bullying elektronik yang patut diwaspadai. (SP)