Konten dari Pengguna

Cara ke Psikolog Pakai BPJS Saat Mengalami Masalah Mental

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara ke Psikolog Pakai BPJS. Sumber foto: unsplash.com/National Cancer Institute
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara ke Psikolog Pakai BPJS. Sumber foto: unsplash.com/National Cancer Institute

Masalah kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele. Gangguan kesehatan mental bisa berdampak negatif pada kualitas hidup, hubungan sosial, dan produktivitas seseorang. Bagi pemegang BPJS, wajib tahu cara ke psikolog pakai BPJS yang tepat.

Konsultasi ke psikolog menggunakan BPJS memang bisa dilakukan, dengan catatan harus memenuhi persyaratan administrasinya. Untuk lebih jelasnya, simak dalam pembahasan berikut ini.

Cara ke Psikolog Pakai BPJS

Ilustrasi Cara ke Psikolog Pakai BPJS. Sumber foto: unsplash.com/National Cancer Institute

Banyak orang yang enggan atau ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater karena alasan biaya. Padahal, biaya konsultasi kesehatan mental bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan menjamin layanan rehabilitasi dan kuratif kesehatan mental, termasuk terapi medikasi dan konseling. Perlindungan ini termasuk dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Lalu, bagaimana cara ke psikolog pakai BPJS saat mengalami masalah mental? Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dikutip dari laman resmi BPJS (bpjs-kesehatan.go.id);

  1. Pastikan sudah memiliki kartu kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. Jika belum memiliki kartu, bisa mendaftar secara online melalui website atau aplikasi Mobile JKN. Sedangkan bila sudah memiliki kartu BPJS aktif, pastikan telah membayar iuran secara rutin dan tidak mempunyai tunggakan.

  2. Pergilah ke faskes tingkat pertama yang menjadi rujukan kepesertaan. Faskes tingkat pertama bisa berupa puskesmas, dokter umum, klinik kesehatan, atau rumah sakit.

    Di sana, mulailah mendaftar dengan tujuan pemeriksaan di poli jiwa. Setelah itu, nikmati layanan konsultasi dengan psikolog atau psikiater yang tersedia.

  3. Jika faskes tingkat pertama tidak memiliki poli jiwa atau pelayanan psikologi, bisa meminta surat rujukan ke faskes lanjutan yang memiliki poli jiwa.

    Faskes lanjutan bisa berupa rumah sakit umum daerah (RSUD) atau rumah sakit jiwa yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

  4. Siapkan dokumen penting untuk mendaftar di faskes lanjutan, di antaranya fotokopi KTP, fotokopi Kartu Indonesia Sehat/BPJS, fotokopi kartu keluarga, dan surat rujukan dari faskes tingkat pertama.

    Setelah itu, barulah bisa mendaftar secara langsung di loket pendaftaran atau via online melalui aplikasi Mobile JKN atau aplikasi resmi rumah sakit tersebut.

  5. Datang lebih awal dari jadwal konsultasi yang telah ditentukan. Karena biasanya antrean pasien BPJS Kesehatan lebih panjang dari pasien umum atau asuransi lain.

    Setelah antre, peserta BPJS akan diarahkan untuk bertemu dengan psikolog atau psikiater di poli jiwa. Barulah kemudian menjalani beberapa tes untuk mendapatkan diagnosis sesuai kondisi mental.

  6. Ikuti anjuran dari psikolog atau psikiater yang menangani, baik itu terapi medikasi maupun terapi non-medikasi, seperti konseling, hipnoterapi, relaksasi, atau terapi perilaku kognitif.

    Jika diberikan obat, minumlah sesuai dosis dan jangan pernah menghentikan terapi sendiri tanpa persetujuan dokter.

  7. Lakukan kontrol sesuai jadwal yang ditentukan oleh psikolog atau psikiater. Surat rujukan dari faskes tingkat pertama memiliki masa aktif hingga 3 bulan. Jadi, setelah periode tersebut berakhir, pasien perlu mengulangi proses berobat dari awal.

Baca juga: 4 Manfaat Deep Talk dengan Pacar yang Perlu Dipahami dan Dipraktikkan

Itulah cara ke psikolog pakai BPJS saat mengalami masalah mental yang mudah dan praktis. Dengan adanya layanan ini, tidak perlu khawatir lagi dengan biaya konsultasi kesehatan mental yang mahal. (WWN)