Cara Keluar dari Keluarga Toxic Agar Hidup Tenang dan Bahagia

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara keluar dari keluarga toxic memang susah-susah gampang. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang agar keputusan yang diambil tidak memberikan dampak buruk. Baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun keluarga.
Menurut Hamid Sakti Wibowo, dalam buku Membongkar Perilaku Toxic dalam Pergaulan Mengatasi Toksin dalam Hubungan Anda, toxic adalah perilaku yang merugikan diri sendiri atau orang lain secara emosional atau bahkan fisik.
Tips Cara Keluar dari Keluarga Toxic
Keluarga toxic sering membuat pikiran tidak tenang dan hidup tidak nyaman. Sebagian besar pola kehidupan yang ada di keluarga toxic yaitu suka membesar-besarkan masalah yang sebenarnya kecil atau ringan.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisa keluar dari belenggu keluarga toxic.
1. Melakukan Pertahanan Diri atau Mandiri
Sebelum memutuskan keluar dari keluarga toxic, hal utama yang harus diperhatikan yaitu kemandirian dan melakukan pertahanan diri.
Mandiri yang dimaksud di sini yaitu, bisa menghidupi diri sendiri, tidak tergantung dengan keluarga, dan lain sebagainya.
Dengan memiliki ketahanan diri, ketika lepas dari kelurga kita bisa mempertahankan harga diri. Istilah sederhananya tidak lagi meminta bantuan kepada mereka. Sehingga tidak lagi dipermalukan atau dimarahi.
2. Merencanakan Masa Depan Secara Serius
Tips atau cara kedua untuk keluar dari keluarga toxic yaitu merencanakan masa depan secara serius.
Maksud dari merencanakan bukan hanya sekedar bermimpi dan berkhayal. Melainkan melakukan tindakan-tindakan yang mendukung untuk merealisasikan mimpi-mimpi tersebut.
Dengan memiliki mimpi atau tujuan hidup yang jelas, seseorang memiliki tingkat semangat dan ketahan diri yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak punya tujuan hidup.
3. Mengontrol Emosional
Bagaimanapun juga, seseorang yang memiliki hubungan darah mempunyau ikatan emosional yang cukup tinggi. Walaupun sering cekcok atau berkonflik, perasaan sayang dan cinta tidak sepenuhnya bisa dihilangkan.
Faktor-faktor seperti itulah yang terkadang membuat seseorang goyah untuk keluar dari keluarga yang toxic. Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih bertahan dengan perasaan luka.
Secara pandangan psikologi, hal tersebut sangat berdampak buruk terhadap ketenangan batin. Oleh sebab itu, langkah utama yang perlu dikontrol adalah menyeimbangkan logika dan perasaan.
Cara keluar dari keluarga toxic yang diuraikan di atas merupakan beberapa tips yang cukup banyak digunakan oleh orang yang berada di lingkungan toxic. (DAI)
