Cara Mengakhiri Hubungan dengan Baik dan Dewasa

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bertahan dalam hubungan toxic tentu sangat menyesakkan. Cara yang dapat kamu lakukan untuk kembali bahagia adalah dengan memutus ikatan.
Memang rasanya sakit apalagi jalinan cinta sudah berjalan cukup lama, ya. Namun, kalau kamu menggunakan cara mengakhiri hubungan dengan baik dan dewasa, si dia pasti bakal mengerti.
Inilah Cara Mengakhiri Hubungan dengan Baik tanpa Bikin Pasangan Sakit Hati
Kamu bisa menerapkan cara mengakhiri hubungan dengan baik supaya si dia tidak sakit hati terhadap keputusanmu. Dilansir dari buku Toxic Relationship Free: Ketika Hubungan Meracuni Masa Depan, Apa yang Harus Dilakukan? karya Christy MS, hubugan toxic sebaiknya memang disudahi demi kebaikan bersama.
Simak langkah mengakhiri hubungan dengan dewasa berikut ini!
1. Siapkan Diri
Jika kamu sudah memikirkan matang-matang dan memang jalan terbaik adalah putus, sebaiknya lakukan persiapan sebaik mungkin. Usahakan tetap tenang sebelum dan setelah memutuskan hubungan.
2. Temui Langsung
Hindari memutuskan hubungan melalui pesan singkat atau private message. Temui si dia secara langsung kemudian segera sampaikan tujuanmu. Tindakan menemui langsung akan membuatnya merasa lebih dihargai.
3. Utarakan Perasaanmu
Jujurlah tentang perasaanmu, utarakan alasanmu ingin putus darinya. Sampaikan secara runut, sopan, dan tenang sehingga ia bisa memahami maksudmu.
4. To The Point
Hindari bertele-tele atau mengulur waktu. Ini malah menjadikamu dan dia sama-sama tersiksa. Jika sudah bertekad untuk mengakhiri hubungan, segera sampaikan tujuan tersebut atau utarakan keinginanmu padanya. To the point saja sehingga pembahasan tidak melebar.
5. Tunjukkan Empati
Jika ia bersikeras menolak, katakan padanya bahwa ini pun bukan keputusan yang mudah bagimu. Sampaikan pula permintaan maaf dan terima kasihmu padanya atas segala momen terbaik yang pernah dilalui bersama.
6. Jangan Menyalahkan Dirimu
Setelah mengakhiri hubungan, tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Kamu sudah mengambil keputusan tepat sebab tetap bertahan dalam hubungan toxic justru akan berdampak buruk untuk kamu dan pasangan.
7. Biarkan Dia Mengekspresikan Diri
Setelah kamu memutuskan hubungan pastinya si dia akan bereaksi dengan menangis, marah, atau justru menerima begitu saja. Biarkan dia mengekspresikan dirinya. Dengan demikian ia bakal merasa lebih lega. Jangan terpancing emosi atau melarangnya.
Kamu perlu menerapkan cara mengakhiri hubungan dengan baik sehingga bisa tetap berteman setelahnya. Tidak perlu menghindar atau memutus kontak.
Pastikan kamu menjalani harimu dengan bahagia. Yakinlah bahwa keputusan tersebut juga membuatnya lega dan dapat melanjutkan hidup lebih baik. (DN)
