Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Ayah yang Pemarah agar Emosinya Cepat Reda

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengatasi Ayah yang Pemarah. Foto: dok. Unsplash/engin akyurt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengatasi Ayah yang Pemarah. Foto: dok. Unsplash/engin akyurt

Cara mengatasi ayah yang pemarah adalah hal yang dapat dilakukan bagi anak yang tengah menghadapi ayah yang memiliki sifat pemarah dan mudah tersulut emosi.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan menghindari perdebatan yang tidak seharusnya terjadi antara anak dan ayah. Selain ini, ada beberapa cara lainnya yang dapat dilakukan.

Cara Mengatasi Ayah yang Pemarah dan mudah Tersulut Emosi

Ilustrasi Cara Mengatasi Ayah yang Pemarah. Foto: dok. Unsplash/Yogendra Singh

Memiliki ayah yang bersifat pemarah dan mudah tersulut emosi menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi anak. Pasalnya ayah yang pemarah dapat memberikan dampak yang buruk bagi seorang anak.

Mengutip dari dalam buku berjudul Mendidik Anak dengan Cinta yang disusun oleh Sinta Yudisia (2020: 47), ayah yang pemarah akan mewariskan gen pemarah dan kebiasaan pemarah juga pada sang anak.

Setelah anak dewasa dan menemukan pengalaman-pengalaman baru yang akan merekonstruksi ulang pemahamannya tentang marah dan sabar, baru seorang anak tersebut dapat memahami bagaimana sikap sabar yang seharusnya.

Untuk membantu anak dalam menghadapi ayah pemarah, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Mencoba Bicara dengan Baik dan Lembut

Ketika ayah pemarah sedang tersulut emosinya, kita sebagai anak perlu menghadapinya dengan bijak yaitu dengan mencoba berbicara dengan baik dan lembut.

Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana, sopan dan tidak berbelit-belit ketika berkomunikasi dengan ayah agar konflik tidak semakin keruh.

2. Hindari Berdebat dengan Ayah

Ketika ada suatu permasalahan yang terjadi, sebaiknya kita sebagai anak tidak memilih untuk memperdebatkan masalah yang ada. Sebaiknya diskusikan dengan sabar, tenang, dan kepala dingin ketika ayah sedang marah dan tersulut emosi. Hal ini karena debat tidak memberikan solusi yang dibutuhkan dari masalah yang dihadapi.

3. Mintalah Pendapat untuk Solusi dari Masalah yang Ada

Adanya konflik yang membuat ayah merasa emosi dan tersulut amarah terkadang membuat hubungan antara anak dan ayah menjadi dingin. Hal ini membuat anak dan ayah sulit mencari kesepakatan dan solusi dari masalah yang terjadi.

Oleh sebab itu, kita sebagai anak perlu menurunkan ego untuk mau menanyakan pendapat dan solusi dari pandangan orang tua terkait konflik dan masalah yang terjadi. Hal ini dapat membantu orang tua merasa dibutuhkan dan tidak terkesan menggurui.

Dengan mengetahui bagaimana cara mengatasi ayah yang pemarah, anak dapat menjaga hubungan baik dengan orang tua khususnya ayah. Semoga bermanfaat. (DAP)