Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Exulansis, Perasaan Ingin Menyerah Karena Sulit Dipahami

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perasaan exulansis. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perasaan exulansis. Sumber foto: Pexels

Exulansis merupakan perasaan yang muncul ketika sedang berinteraksi dengan orang lain. Terkadang, perasaan ini menimbulkan rasa putus asa dan ingin menyerah, hingga sulit untuk dipahami.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahu cara mengatasi exulansis yang sering muncul ketika bersosialisasi. Dengan ini, setiap orang akan lebih semangat dalam menjalani hidup. Berikut penjelasannya.

Cara Mengatasi Exulansis

Ilustrasi exulansis. Sumber foto: Pexels

Dikutip dari The Dictionary of Obscure Sorrows, exulansis adalah emosi yang sering terjadi ketika seseorang merasa putus asa, karena lawan bicaranya tidak memahami perasaan atau cerita yang diberikan.

Akhirnya, exulansis membuat seseorang berhenti membicarakan sesuatu ketika orang tidak mampu memahaminya. Akibatnya, hal ini menimbulkan perasaan gelisah dan kesulitan untuk beradaptasi.

Exulansis sendiri dapat menjadi emosi yang sulit dijelaskan dan dipahami oleh orang lain. Karena itu, tak jarang membuat orang yang mengalaminya merasa terasingkan dan sendirian.

Agar tidak semakin parah dan berdampak buruk pada kesehatan mental, penting mengetahui cara mengatasi exulansis. Berikut penjelasannya.

1. Regulasi Emosi

Salah satu cara untuk mengatasi exulansis, yakni dengan memahami regulasi emosi terlebih dahulu. Fungsi dari regulasi sendiri adalah untuk memudahkan setiap dalam mengendalikan emosi yang muncul.

Keuntungan lainnya ialah membuat seseorang dapat bersikap tenang walaupun sedang berada dalam kondisi tertekan. Dengan ini, ia dapat mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan.

2. Cari Orang dengan Pengalaman Sama

Mencari orang yang memiliki pengalaman sama juga dapat membantu untuk mengatasi exulansis. Pasalnya, mereka bisa memahami perasaan orang lain sehingga tidak perlu merasa asing dan sendiri.

3. Konsultasi dengan Ahli

Jika exulansis yang dirasakan sudah semakin berat dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya, seperti psikolog atau psikiater.

4. Tuangkan Perasaan dalam Tulisan

Cara terakhir untuk mengatasi exulansis adalah dengan menuangkan perasaan yang dialami ke dalam tulisan. Misalnya menulis diary atau membuat blog. Dengan begitu, manusia dapat terbantu dalam memahami dan memproses traumanya.

Itulah penjelasan singkat mengenai exulansis dan cara untuk mengatasinya. (RN)