Cara Mengatasi Intimidasi serta Dampak Negatifnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi intimidasi dapat dilakukan dengan mengambil sikap berani. Dalam KBBI intimidasi merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menakut-nakuti guna memaksa orang melakukan sesuatu.
Termasuk perilaku yang mengancam dan perundungan, intimidasi umumnya disertai kekerasan serta menggunakan ancaman guna mencapai tujuan. Maksud intimidasi biasanya berhubungan dengan politik, agama, maupun ideologi.
Intimidasi yang dilakukan individu maupun kelompok menimbulkan berbagai dampak negatif terutama dari sisi korban. Oleh sebab itu, perilaku yang merujuk pada kekerasan ini sebaiknya harus dilawan. Lalu bagaimana cara mengatasi intimidasi?
Cara Mengatasi Intimidasi dan Dampak Negatifnya
Cara mengatasi intimidasi sebetulnya tidak terlalu sulit. Dari unicef.org dikatakan bahwa intimidasi bukan hanya terjadi di kehidupan nyata, tetapi juga secara online yang disebut cyberbullying.
Seseorang harus menumbuhkan keberanian untuk bersikap tegas dan menunjukkan bahwa dirinya tidak suka diperlakukan demikian. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan guna mengatasi intimidasi.
1. Bersikap Tegas dan Berani
Orang yang melakukan intimidasi biasanya hanya menggertak supaya korban merasa takut. Oleh karena itu, sikap berani dan tegas dibutuhkan ketika menghadapi mereka. Katakan secara langsung bahwa tindakannya tidak dibenarkan.
2. Hindari Menuruti Semua yang Dikatakan
Tidak perlu menuruti permintaannya, sebab tujuan yang sebenarnya yakni memperoleh apa yang diinginkan dari korban melalui ancaman. Oleh karena itu harus memberanikan diri melawan keegoisannya. Sebab jika dituruti akan menjadikannya merasa menang sehingga akan terus melakukan hal yang sama kepada orang lain.
3. Mengabaikan Perilakunya
Orang yang suka mengintimidasi cenderung mengatakan sesuatu yang buruk untuk membuat mental korban menjadi lemah. Dengan demikian, mereka berharap korban tunduk dan mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Daripada menanggapi perilaku negatif tersebut, lebih baik abaikan saja apapun yang dilakukan.
4. Mengajak Seseorang yang Disegani
Mereka yang senang melakukan intimidasi juga pasti memiliki sosok yang disegani atau ditakuti. Tidak ada salahnya mengajak orang tersebut ke hadapannya untuk memberi petuah atau pelajaran sehingga tidak terus mengedepankan egonya.
5. Meminta Perlindungan
Bila korban mengalami luka fisik dan merasa terancam, tidak ada salahnya meminta perlindungan kepada pihak berwajib. Buatlah laporan tentang tindakan yang meresahkan tersebut. Ini tentu bisa menjadi efek jera bagi para pelaku.
Dampak negatif perilaku ini adalah korban yang merasa trauma, ketakutan, depresi, terisolasi, rendah diri, dan tidak nyaman atau terancam tatkala berada di tempat yang sama dengan si pelaku. Intimidasi ini ada yang berupa verbal, fisik, hingga intimidasi cyberbullying.
Demikian cara mengatasi intimidasi dan dampak negatifnya. Seseorang yang suka mengintimidasi kerap mengancam korban agar tidak mengungkapan kebenaran. Karena itu, bersikap berani penting dilakukan untuk melawan teror. (DN)
