Cara Menghadapi Omongan Orang yang Menyakitkan

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ucapan orang lain memang sering kali menyakitkan, baik disengaja maupun tidak. Oleh karena itu, perlu mengetahui cara menghadapi omongan orang yang menyakitkan.
Cara ini diperlukan agar kita bisa lebih kuat dalam menjalani kehidupan. Berikut adalah cara menghadapi omongan orang yang menyakitkan yang bisa dilakukan.
Bentuk Omongan yang Menyakitkan
Omongan yang menyakitkan saat ini bisa diterima oleh siapa saja. Keluarga, teman, tetangga, bahkan orang asing pun kini bisa mengomentari dengan mudah kehidupan orang lain.
Omongan yang menyakitkan pun beraneka ragam bentuknya. Ada yang berani menghina fisik orang lain, membandingkannya dengan saudara sendiri, menyindir karena tak juga menikah atau memiliki anak, dan banyak lainnya.
Sebagian orang bersembunyi di balik kata candaan atau kritik, tetapi apa pun niat dan tujuannya, omongan itu tetap akan terasa sakit dan membekas bagi sebagian orang.
Ada pepatah mengatakan bahwa kita tidak akan bisa menutup mulut semua orang. Hal yang bisa dilakukan adalah menutup telinga agar tidak mendengar ucapan mereka.
Cara Menghadapi Omongan Orang yang Menyakitkan
Berikut akan dijabarkan lebih lanjut mengenai cara menghadapi omongan orang yang menyakitkan yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.
1. Beri Jawaban
Berbicara buruk mengenai orang lain memang bisa dilakukan secara sengaja atau tidak. Namun, saat orang bicara buruk, maka kita perlu angkat bicara dan beri jawaban.
Katakan dengan jelas bahwa ucapan mereka tidak baik dan dapat menyakiti orang lain. Beri jawaban yang tegas dan singkat juga jelas.
2. Tunjukkan Emosi Positif
Tersenyum bahkan tertawa sebagai balasan dari ucapan yang menyakitkan. Emosi negatif, seperti rasa sedih dan marah, mungkin justru akan membuat mereka senang dan puas. Yakinlah bahwa kita baik-baik saja dengan omongan menyakitkan tersebut.
3. Saling Menjaga Perasaan
Saling menghargai dan saling menjaga perasaan seperti yang dikutip dari buku Kita Perlu Egois karya Lulux Rofiatul.
Maksudnya, mulai dari diri sendiri untuk tidak bicara mengenai kehidupan orang lain. Yakinlah kalau kita akan dipertemukan juga dengan orang-orang yang menghargai dan menjaga perasaan kita.
4. Belajar Acuh
Sakit hati adalah perasaan wajar yang bisa dirasakan oleh seseorang saat mendapat omongan menyakitkan. Namun, kita perlu belajar untuk tak acuh dan egois.
Kuatkan mental agar tidak mudah terbawa perasaan. Yakinkan bahwa omongan menyakitkan hanyalah bentuk protes mereka yang iri dan tidak jauh lebih baik daripada kita.
5. Fokus Perbaiki Diri
Daripada fokus pada ucapan buruk, lebih baik untuk memperbaiki kualitas diri hingga tanpa disadari kita berada jauh di atas orang-orang yang selalu menyakiti.
Demikian adalah cara menghadapi omongan orang yang menyakitkan yang bisa dilakukan. (SP)
