Konten dari Pengguna

Cara Menghadapi Orang yang Memiliki Alter Ego

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghadapi orang yang memiliki alter ego. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghadapi orang yang memiliki alter ego. Foto: Pixabay

Alter ego kerap dimanfaatkan untuk menjadi penyelamat dalam berbagai situasi.

Namun, ada beberapa orang yang salah memanfaatkan kepribadian lain tersebut sehinggga perlu mengetahui cara menghadapi orang yang memiliki alter ego dengan tepat. Simak selengkapnya di sini.

Cara Menghadapi Orang Yang Memiliki Alter Ego

Ilustrasi cara menghadapi orang yang memiliki alter ego. Foto: Pixabay

Todd Herman dalam buku Alter-Ego Effect: The Power of Secret Identities to Transform Your Life mengatakan bahwa alter ego diciptakan untuk mewujudkan sebuah kehidupan yang diinginkan.

Perlu diingat bahwa alter ego kebanyakan dilakukan dengan sadar dan untuk tujuan yang baik. Oleh karena itu, sebenarnya bukan masalah besar saat kita dihadapkan dengan orang yang memiliki alter ego.

Alter ego menjadi bahaya ketika seseorang sudah tidak bisa lagi mengontrol kepribadian kedua yang bisa menyebabkan hilangnya kepribadian utama.

Alter ego bisa saja menguasai diri hingga memperburuk hubungan dengan keluarga dan teman akibat adanya perbedaan karakter tersebut.

Beberapa ciri orang yang bermasalah dalam alter egonya akan menunjukkan beberapa gejala, antara lain mudah panik, emosi tidak stabil, perilaku yang berbeda, juga menjadi tidak sadar dan lupa ketika alter ego sedang menguasai.

Masalah alter ego ini bahkan bisa berkembang menjadi gangguan dipersonality atau yang dikenal dengan kepribadian ganda, bahkan lebih dari itu.

Sebagai rekan, setidaknya perlu memantau kondisi orang lain dengan rutin berkomunikasi. Alter ego menjadi masalah saat menjadi lebih dominan daripada kepribadian aslinya.

Coba tanyakan lebih lanjut dan berbincang dari hati ke hati untuk menemukan alasan di balik alter ego yang mendominasi. Dengan begitu, rekan mungkin bisa kembali menuju kepribadian aslinya.

Bantu dia mengelola stres yang mungkin menjadi pemicu. Sebaliknya, bantulah untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Ajak orang tersebut untuk lebih banyak beraktivitas. Pastikan dia tidak terlalu lelah dan cukup istirahat.

Namun, kalau hal ini berlarut-larut maka segera bawa orang yang memiliki alter ego bermasalah untuk menemui ahli, seperti psikolog bahkan psikiater.

Demikian pembahasan mengenai cara menghadapi orang yang memiliki alter ego yang bisa diterapkan. (SP)