Cara Ternak Kelinci untuk di Halaman Rumah untuk Pemula

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelinci adalah jenis hewan mamalia yang banyak menjadi hewan peliharaan. Oleh sebab itu, ternak kelinci pun tampak menjadi bisnis yang menjanjikan. Lantas bagaimana cara ternak kelinci di halaman rumah?
Selain memahami keuntungan ternak kelinci, calon peternak juga harus memahami karakter hewan bertelinga panjang ini. Jadi, mari simak uraian berikut guna mengetahui hal-hal dasar untuk melakukan ternak kelinci di halaman rumah.
Bagaimana Cara Ternak Kelinci di Halaman Rumah?
Bila Anda mempunyai halaman rumah berupa lahan terbuka yang kosong, ternak kelinci dapat menjadi solusi tambahan pendapatan. Pasalnya, kelinci hias mempunyai harga yang cukup menarik mulai dari seratus ribu rupiah sampai dengan dua juta rupiah.
Namun, bagi peternak pemula, ada hal yang tidak kalah penting daripada menghitung harga kelinci, yakni dengan memulai bisnis ternak kelinci dengan sepenuh hati.
Kelinci dapat merasakan kasih sayang dari orang yang merawatnya, termasuk peternak. Bila lingkungannya nyaman, kelinci pun dapat merasa tenang.
Setelah mempersiapkan diri untuk menyayangi kelinci, cara ternak kelinci selanjutnya adalah mempersiapkan kandang, mengenali pakan kelinci, mengenal masa reproduksi kelinci, menyiapkan dokter hewan untuk mengecek kondisi kelinci. Berikut informasi lengkapnya mengenai cara ternak kelinci bagi peternak pemula.
1. Kandang Kelinci
Kandang kelinci adalah modal dasar untuk melakukan ternak kelinci. Bila Anda melakukan ternak kelinci di halaman rumah, pastikan kandang memiliki jarak yang cukup dengan jendela dan pintu rumah.
Pasalnya, kelinci adalah hewan mempunyai bulu yang mudah beterbangan seperti kucing. Pemberian jarak antara kandang dengan jendela dan pintu rumah sangat penting untuk menjaga kesehatan sirkulasi udara di rumah. Selain itu, pemberian jarak juga penting untuk mencegah masuknya kelinci ke dalam rumah.
Setelah menentukan jarak aman, Anda juga perlu mempersiapkan kandang yang cukup luas untuk kelinci bergerak, berjalan, atau berpindah tempat dengan lompatan kecil. Kandang yang luas akan membuat kelinci lebih leluasa dan tidak mudah stres. Anda juga dapat menyediakan rumah-rumahan atau gua kecil sebagai tempat kelinci berlindung.
2. Pakan Kelinci
Kelinci termasuk hewan herbivora. Ia dapat mengonsumsi sayur, umbi, hingga kacang-kacangan. Anda dapat memberikan pakan yang segar untuk menjaga kesehatan kelinci.
Beberapa jenis makanan kelinci adalah rumput, kol, sawi, kangkung, wortel, ubi jalar, jagung, kedelai, atau ampas tahu. Namun, jangan memberikan terlalu banyak jenis makanan di waktu yang sama. Anda dapat melakukan selang-seling sesuai dengan selera makan kelinci dan ketersedian sayur yang ada.
Rochani (2007: 48) dalam buku yang berjudul Beternak Kelinci dan Manfaatnya menjelaskan, bajwa jumlah bahan makanan, jenis, dan waktu memberikan makan serta vaksin harus diperhatikan dengan baik agar hasil ternak dapat maksimal.
3. Masa Reproduksi Kelinci
Setelah membuat kandang dan memahami pakan kelinci, hal selanjutnya yang perlu calon peternak ketahui adalah masa reproduksi kelinci. Pasalnya, pemahaman ini akan membantu peternak dalam mempersiapkan kebutuhan masa kawin dan beranak bagi kelinci.
Selain itu, masa reproduksi kelinci dapat membantu peternak dalam memprediksi jumlah kandang tambahan yang perlu dipersiapkan. Mengutip dari laman cybex.pertanian.go.id, kelinci yang sudah siap kawin adalah kelinci betina usia 4 – 6 bulan dan kelinci jantan usia 6 – 8 bulan.
Namun, peternak tidak boleh memaksakan proses perkawinan kelinci. Pasalnya, memaksa kelinci kawin di usia muda dapat merusak pertumbuhannya. Tanda-tanda kelinci betina yang sudah siap kawin adalah mempunyai perilaku aneh seperti menggosok-gosokkan dagunya pada bagian kandang, kemaluannya terlihat bengkak dan berwarna merah, nafsu makannya berkurang, serta terlihat gelisah.
4. Dokter Hewan
Poin keempat adalah poin penting bagi setiap peternak termasuk peternak kelinci. Sebaiknya, lakukan pemeriksaan ke dokter hewan saat kelinci tiba dan lakukan secara berkala setiap 3 – 6 bulan sekali.
Pemeriksaan ke dokter hewan dapat membantu Anda untuk mengetahui kesehatan kelinci dan memastikan bahwa hasil ternak kelinci Anda sehat. Selain itu, kelinci yang rutin mendapatkan pengecekan dari dokter hewan pun dapat menambah kepercayaan calon pemelihara kelinci.
Itulah cara ternak kelinci di rumah yang perlu peternak pemula ketahui. Hal terpenting yang perlu peternak miliki saat akan beternak adalah kasih sayang terhadap binatang serta menjaga kebersihan kandang beserta asupan makanan hewan ternaknya.
Demikian pemaparan tentang kelinci, semoga Anda menjadi peternak yang berhasil merawat kelinci dengan baik. (AA)
