Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Anak yang Mengalami Trauma, Orang Tua Wajib Tahu

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri anak yang mengalami trauma, sumber foto: Pixabay by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri anak yang mengalami trauma, sumber foto: Pixabay by pexels.com

Banyak yang belum tahu bahwa trauma masa kecil dapat berdampak di kehidupan dewasa nantinya. Maka dari itu, para orang tua wajib tahu ciri-ciri anak yang mengalami trauma sejak dini.

Apalagi trauma bisa menjadi semakin parah tanpa adanya terapi atau bentuk pertolongan lainnya. Trauma sendiri bisa terjadi dari berbagai hal mulai dari hubungan keluarga yang tidak harmonis hingga kekerasan.

Jika trauma sejak kecil tidak kunjung ditangani, bisa berdampak buruk terhadap masa depan nantinya. Sebelum menanganinya, kenali ciri-ciri trauma yang sering dialami anak-anak berikut ini.

Ciri-ciri Anak yang Mengalami Trauma

Ilustrasi ciri-ciri anak yang mengalami trauma, sumber foto: Skyler Ewing by pexels.com

Dikutip dari buku Terlalu Sensitif tidak Baik karya Restia Ningrum, berikut terdapat ciri-ciri anak yang mengalami trauma psikologis. Para orang tua harus mengetahuinya.

1. Mudah Panik dan Depresi

Ciri pertama yang mudah dikenali adalah kondisi dimana anak mudah mengalami panik dan depresi. Jika anak pernah mengalami kejadian buruk, maka akan merasa tidak aman.

Sehingga anak akan bersikap waspada bahkan mudah timbul perasaan curiga. Hal ini seharusnya tidak menjadi sesuatu yang berbahaya asalkan anak berada di lingkungan yang sangat mendukung.

2. Mogok Sekolah

Mogok sekolah juga bisa menjadi ciri-ciri anak mengalami trauma yang berasal dari lingkungan sekolah. Biasanya, anak yang sering mendapat bully akan malas untuk pergi ke sekolah.

Tindakan bully memang hingga saat ini masih sulit untuk dihentikan bahkan kejadiannya semakin parah. Hal ini secara tidak langsung akan membuat korban mengalami trauma mendalam hingga mogok sekolah.

3. Merasakan Sesuatu secara Mendalam

Tidak jarang, anak yang trauma akan merasakan sesuatu secara mendalam. Hal ini karena anak memiliki pikiran yang kalut akan sesuatu hal yang membuatnya menjadi trauma.

Misalnya seperti melihat sebuah peristiwa tragis, ini akan membuat anak langsung menangis dan memikirkan hal yang tidak-tidak. Bahkan, hal ini bisa bersarang di pikiran anak hingga dewasa nantinya jika tidak langsung ditangani.

4. Sulit membuat Keputusan

Anak yang mengalami trauma biasanya cenderung sulit dalam membuat kepustakaan. Hal ini disertai ketakutan akan masa lalu yang bisa saja muncul dan membuat ia semakin trauma.

Anak yang sudah mengalami trauma, lebih membutuhkan pertimbangan khusus dalam memilih sesuatu. Selain itu, juga memikirkan resiko yang mungkin terjadi dari keputusan yang diambil.

Ada banyak ciri-ciri anak yang mengalami trauma dan benar-benar harus mendapatkan penanganan terbaik. Para orang tua sudah seharusnya memperhatikan kondisi anak agar tidak mengalami trauma yang mendalam. (DSI)