Ciri-ciri Bullying Sosial Beserta Dampak dan Penyebabnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai ciri-ciri bullying sosial yang harus dipahami terutama oleh orang tua.
Dikutip dari buku Bullying dalam Perspektif Psikologi, menurut Irmayanti, bullying berasal dari kata "bully" yang mengacu pada arti adanya ancaman yang dilakukan kepada orang yang lebih lemah.
Lantas, apa saja ciri-ciri bullying sosial beserta dampak dan penyebabnya?
Ciri-ciri Bullying Sosial
Ada berbagai ciri-ciri bullying sosial yang terlihat pada korbannya. Mereka cenderung menyimpan rasa sakit maupun sedihnya sendiri sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan mental maupun fisik. Berikut ini berbagai ciri-cirinya:
Kerap mengalami mimpi buruk
Nafsu makan menurun
Terlihat malas sampai takut berangkat sekolah
Tumbuh kembang yang mengalami kemunduran
Sangat cemas ketika harus berpisah dengan orang tua
Muncul luka yang penyebabnya tidak jelas
Barang pribadi sering rusak tiba-tiba
Sering sakit perut dan kepala
Sering berpura-pura sakit
Pola makan yang berubah
Kesulitan tidur
Kemampuan akademis menurun
Tidak senang mengerjakan tugas sekolah (PR)
Kehilangan teman
Menghindari kondisi sosial
Merasa tidak berdaya dan rendah diri
Melakukan kegiatan berisiko yang dapat merugikan diri sendiri
Dampak Bullying Sosial
Korban bullying akan mengalami berbagai dampak serius, jika dibiarkan menjadi semakin parah hingga meninggalkan luka batin. Adapun dampak yang dapat terjadi adalah:
Munculnya perasaan kesepian dan sedih
Mengalami cemas dan depresi
Berubahnya pola makan dan tidur
Menurunnya minat pada hobi maupun kegiatan yang disukai
Kesehatan bermasalah
Kemampuan akademis menurun
Penyebab Bullying Sosial
Bullying dapat terjadi karena berbagai penyebab, di antaranya:
1. Tidak Punya Teman
Salah satu penyebab bullying adalah karena korban tidak mempunyai teman. Korban cenderung ditolak kelompok teman, dikucilkan dari berbagai acara sosial, sampai lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.
2. Sukses
Ternyata, kesuksesan dapat menjadi penyebab mengapa seseorang dibully. Pelaku yang melakukan bullying menganggap korban selalu berhasil mendapatkan perhatian dari orang lain. Hal tersebut membuat pelaku merasa iri sehingga melakukan bullying.
3. Kondisi Kesehatan
Tak jarang pelaku bullying menganggap anak dengan kebutuhan khusus sebagai sasaran empuk. Korban umumnya mempunyai kondisi kesehatan tertentu seperti autisme, down syndrom, alergi, asma, ADHD, sampai disleksia.
Itulah sekilas pembahasan mengenai ciri-ciri bullying sosial beserta dampak dan penyebabnya.(LAU)
