Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Orang Berbohong Menurut Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri orang berbohong. Sumber foto: pexels/Darya Sannikova.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri orang berbohong. Sumber foto: pexels/Darya Sannikova.

Mengenali ciri-ciri orang berbohong merupakan pengetahuan yang dibutuhkan dalam interaksi sosial.

Seseorang sering kali menggunakan kebohongan sebagai cara untuk mencapai tujuan pribadi atau melindungi diri sendiri.

Dalam Psikologi, mempelajari pola perilaku terkait dengan kebohongan bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri yang menunjukkan seseorang sedang berbohong atau tidak.

Ciri-ciri Orang Berbohong

Ilustrasi ciri-ciri orang berbohong. Sumber foto: pexels/Ba Tik.

Menurut Faizatul Faridy, dalam buku berjudul Mengapa Kamu, Nak? berbohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

Dalam artikel ini, akan mengeksplorasi beberapa ciri-ciri umum yang sering dikaitkan dengan perilaku orang yang berbohong menurut perspektif Psikologi, antara lain:

1. Dilihat dari Gerakan Tubuh

Salah satu ciri-ciri umum orang yang berbohong adalah adanya ketidaksesuaian antara bahasa tubuh dan kata-kata yang diucapkan.

Orang berbohong menunjukkan ekspresi wajah yang tidak konsisten dengan apa yang dikatakan, gerakan tubuh yang canggung atau terbatas, dan menghindari kontak mata.

Hal tersebut mengindikasikan adanya tekanan emosional atau kecemasan yang terkait dengan kebohongannya.

2. Perubahan Pola Bicara

Orang yang berbohong cenderung mengalami perubahan dalam pola bicara, menjadi tidak konsisten misalnya mengulangi kata-kata atau kalimat tertentu, berbicara dengan kecepatan yang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dan mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata yang tepat.

Hal tersebut menunjukkan adanya kegugupan yang disebabkan oleh tekanan yang dialami saat berbohong.

3. Menghindari Tanggung Jawab

Orang yang berbohong sering kali berusaha menghindari tanggung jawab atas perbuatannya.

Mereka cenderung mengalihkan perhatian atau menyalahkan orang lain untuk mengalihkannya dari rasa curiga.

Selain itu, Ia juga menghindari menceritakan secara detail atau spesifik tentang suatu peristiwa. Bahkan menghindari pertanyaan yang dapat memojokkan dirinya.

4. Ketidakkonsistenan dalam Cerita

Orang yang berbohong cenderung sulit menjaga konsistensi dalam cerita.

Mereka memberikan versi yang berbeda dari kejadian yang sama pada waktu yang berbeda. Sekaligus memberikan detail-detail yang bertentangan atau berlawanan.

Hal tersebut dikarenakan orang yang berbohong perlu mengingat apa yang telah dikatakan dan berusaha untuk tidak terperangkap dalam kebohongan yang diciptakan sendiri.

Meskipun tidak ada ciri-ciri yang dapat dengan pasti mengungkap kebohongan seseorang, dalam Psikologi telah diidentifikasi beberapa tanda yang dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan adanya kebohongan.

Namun, penting untuk diingat bahwa ciri-ciri ini tidak mutlak dan interpretasi yang akurat memerlukan penilaian yang hati-hati serta pertimbangan terhadap konteks dan faktor lainnya. (DAI)