Ciri-ciri Tantrum pada Remaja beserta Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tantrum pada remaja bisa menjadi momen yang menantang bagi mereka dan lingkungan sekitarnya.
Memahami ciri-ciri tantrum pada remaja dapat membantu orang tua atau pengasuh dalam merespons dengan lebih bijak.
Mengenal Penyebab Tantrum pada Remaja
Dikutip dari buku Praktik Psikologi Klinis Anak dan Remaja, tantrum pada remaja bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan akademik yang tinggi, konflik sosial, perubahan hormon, atau masalah keluarga.
Mengetahui penyebabnya bisa membantu dalam pencegahan serta penanganan ketika tantrum terjadi.
Ciri-ciri Tantrum pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Tantrum pada remaja sering kali menjadi tantangan yang membutuhkan pemahaman dan penanganan yang tepat.
Berikut ini beberapa ciri-ciri tantrum pada remaja beserta cara mengatasinya:
1. Mengurung Diri
Remaja cenderung menyendiri, menarik diri dari interaksi sosial, atau mengisolasi diri ketika merasa emosional.
Berikan ruang bagi mereka namun tetap tunjukkan bahwa orang tua ada di sana untuk mendukung jika mereka ingin berbicara. Jaga komunikasi terbuka dan bersikap sabar.
2. Berteriak
Reaksi emosional yang ekspresif terjadi dalam bentuk berteriak keras sebagai ungkapan dari kekecewaan atau marah.
Tenangkan situasi dengan tetap tenang dan berbicara dengan suara yang tenang pula. Jangan membalas dengan berteriak, tetapi dengarkan apa yang mereka ingin sampaikan.
3. Mimik Wajah dan Gestur Badan yang Tegang
Ekspresi wajah tegang atau gerakan tubuh yang kaku dan agresif mungkin menjadi tanda kemunculan tantrum.
Jaga ekspresi wajah tenang dan jangan menunjukkan respons yang memperburuk situasi. Berikan ruang bagi mereka namun tunjukkan sikap empati dan pengertian.
4. Berjalan Mondar Mandir
Perilaku tidak tenang seperti berjalan bolak-balik tanpa arah tertentu sering terjadi pada saat tantrum.
Biarkan mereka memiliki waktu untuk merenung atau bergerak, tetapi dorong mereka untuk mengarahkan energi itu ke aktivitas yang lebih positif seperti olahraga atau hobi.
5. Melempar Barang
Tindakan agresif seperti melempar barang atau merusak benda-benda di sekitarnya dapat menjadi wujud dari kefrustrasian atau amarah.
Pastikan keamanan diri dan orang lain terjamin. Jangan menyalahkan atau menghakimi, tetapi bicaralah setelah keadaan tenang untuk mengeksplorasi penyebab serta memberikan solusi alternatif.
6. Berbicara Cepat
Saat emosi memuncak, remaja mungkin mulai berbicara dengan cepat, sulit untuk dipahami, atau dalam nada yang tinggi.
Ajak mereka untuk bernapas dalam-dalam dan secara perlahan. Berikan kesempatan untuk berbicara dengan tenang dan dengarkan dengan penuh perhatian.
Mengenali ciri-ciri tantrum pada remaja adalah langkah penting untuk membantu mereka mengatasi emosi secara lebih baik.
Respons yang bijak dan dukungan yang tepat dari orang dewasa di sekitarnya dapat membantu remaja menghadapi tantangan tersebut dengan lebih baik.
