Konten dari Pengguna

Ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Sebaiknya Dihindari

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri lingkungan kerja toxic. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri lingkungan kerja toxic. Foto: Pexels

Lingkungan kerja toxic akan memberi dampak negatif pada bekerja. Walau sebaiknya dihindari, tetapi ada kalanya seseorang tidak punya pilihan, kecuali bertahan dengan perusahaan yang memiliki ciri lingkungan kerja toxic.

Sebelum menemukan solusi terbaik untuk diri sendiri, ketahui dulu apakah benar perusahaan Anda memiliki ciri lingkungan kerja toxic seperti yang akan dibahas pada artikel di bawah ini.

Mengenal Lingkungan Kerja Toxic

Ilustrasi ciri lingkungan kerja toxic. Foto: Pexels

Lingkungan kerja yang toxic atau toxic workplace environment umumnya ada karena presensi seseorang atau beberapa orang yang toxic di dalamnya.

Melalui buku Kemenkumham Muda: Kini dan Nanti karya Adi Chandra, dkk., lingkungan kerja toxic berkaitan dengan hubungan antara pekerja dan lingkungan kerja.

Lingkungan kerja toxic biasanya ditandai dengan adanya perilaku narsistik, menyerang, pemimpin agresif, juga perilaku tidak menyenangkan antar atasan dan pegawai atau antar pegawai.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa lingkungan kerja toxic akan memberi dampak negatif bagi pekerja, seperti menimbulkan perasaan tidak aman, tidak nyaman, stres, hingga depresi.

Ciri Lingkungan Kerja Toxic

Lingkungan kerja toxic bisa datang dari pemimpin atau rekan kerja yang toxic. Adapun beberapa ciri lingkungan kerja toxic, antara lain:

1. Pemimpin yang Mudah Marah

Pemimpin mudah marah di depan seluruh karyawan, bahkan memaki dengan kata-kata kasar, menjadi ciri lingkungan kerja toxic yang pertama. Dia tidak akan segan menyampaikan, menyalahkan, atau mengkritik karyawan di depan karyawan lain.

2. Pemimpin Tidak Apresiatif

Lingkungan kerja toxic juga ditunjukkan dengan pemimpin atau rekan kerja yang tidak apresiatif. Hasil kerja kita tidak dihargai dan cenderung diabaikan juga dianggap sebagai penunaian kewajiban yang semestinya saja.

3. Pemimpin yang Tidak Adil

Pemimpin bisa saja memiliki karyawan favorit atau bisa disebut anak emas. Pemimpin yang tidak adil cenderung lebih memprioritaskan salah seorang karyawan dan mengabaikan karyawan lain.

Sebagai contoh, dengan beban kerja paling kecil, karyawan yang menjadi anak emas tersebut justru mendapat bonus paling tinggi.

4. Pengabaian Ide dan Pendapat

Ide dan pendapat kita pada lingkungan kerja toxic tidak akan didengar, bahkan dianggap merepotkan. Biasanya akan ada orang tertentu yang memaksakan idenya dan merasa bahwa miliknya yang terbaik.

5. Rekan Kerja yang Menjatuhkan

Lingkungan kerja yang toxic ditandai dengan adanya persaingan tidak sehat antar rekan kerja. Ada orang yang selalu berusaha menjatuhkan orang lain agar bisa menjadi yang terbaik, bahkan tidak segan melakukan segala cara.

6. Kurangnya Transparansi Kerja

Tidak hanya dari rekan kerja, lingkungan kerja toxic bisa juga berasal dari regulasi di area kerja. Perusahaan bisa saja kurang transparan dalam hal penilaian proses kerja, hasil kerja, bahkan kompensasi.

Demikian adalah beberapa ciri lingkungan kerja toxic yang lebih baik dihindari. (SP)