Konten dari Pengguna

Compliance: Definisi, Aspek, dan Manfaatnya untuk Perusahaan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi compliance adalah. Foto: Jason Goodman/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi compliance adalah. Foto: Jason Goodman/Unsplash

Compliance adalah pengaruh sosial yang dipengaruhi oleh permintaan langsung maupun tak langsung dari orang lain. Bisanya hal ini banyak dipelajari pada psikologi sosial, khususnya perilaku prososial.

Mari simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang compliance, aspek, prinsip dasar, dan manfaatnya.

Mengenal Compliance

Ilustrasi compliance adalah. Foto: KOBU Agency/Unsplash

Dikutip dari mars.umy.ac.id, dalam prinsip hubungan sosial, seseorang akan cenderung lebih gampang memenuhi permintaan orang yang disukai, daripada orang yang tak dikenal maupun dibenci.

Kepatuhan atau compliance adalah bentuk kepasrahan atau sikap taat terhadap tujuan yang sudah ditetapkan (Smeth, 2004).

Secara umum compliance atau kepatuhan merujuk pada sejauh mana individu mengiyakan maupun menolak permintaan orang lain. Kepatuhan sendiri berasal dari kata patuh yang berarti taat pada aturan maupun perintah serta berdisiplin.

Compliance dipengaruhi oleh permintaan langsung maupun tak langsung dari orang lain.

Sementara itu, dalam lingkup pekerjaan atau perusahaan, compliance dapat dikatakan sebagai proses memastikan bahwa bisnis berjalan sesuai norma yang sudah disepakati dan ditentukan.

Berdasarkan penelitian oleh Milgram (1963), ada berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan yaitu status lokasi, tanggung jawab personal, status figur otoritas atau pemimpin, legitimasi dari figur otoritas, dukungan teman, dan kedekatan dengan figur otoritas.

Aspek dan Prinsip-prinsip Dasar Compliance

Penilaian dalam compliance menyangkut beberapa aspek seperti ketaatan seluruh aktivitas sesuai kebijakan, ketentuan, aturan, serta perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian tentang prinsip-prinsip dasar compliance menurut Cialdiani dalam Sarlito, 2009, antara lain:

Pertemanan atau perasaan suka: seseorang cenderung lebih mudah memenuhi permintaan orang yang disukai.

  1. Kelangkaan: Seseorang cenderung memenuhi permintaan yang menekankan kepada kelangkaan.

  2. Komitmen atau konsistensi: Seseorang lebih mudah memenuhi permintaan yang konsisten dengan tindakan sebelumnya.

  3. Timbal balik: Seseorang lebih mudah memenuhi permintaan dari orang yang pernah memberikan bantuan sebelumnya.

  4. Validasi sosial: Proses mencari penerimaan atau pengakuan dari masyarakat.

  5. Otoritas: Orang yang mempunyai otoritas akan lebih mudah dipenuhi permintaannya.

Manfaat Compliance bagi Perusahaan

Ada beragam manfaat bagi perusahaan yang melakukan compliance yaitu perusahaan akan terhindar dari sanksi, nama baiknya terjaga, dan risiko pada perusahaan yang berhubungan dengan hukum pun bisa diminimalkan.

Itulah pembahasan mengenai definisi compliance beserta aspek dan manfaatnya untuk perusahaan.

Sederhananya, compliance adalah kepatuhan. Perilaku patuh ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan agar tercipta keteraturan serta kedisiplinan. (DN)