Compliance: Definisi, Aspek, dan Manfaatnya untuk Perusahaan

info psikologi
Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
Konten dari Pengguna
11 November 2023 23:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi compliance adalah. Foto: Jason Goodman/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi compliance adalah. Foto: Jason Goodman/Unsplash
ADVERTISEMENT
Compliance adalah pengaruh sosial yang dipengaruhi oleh permintaan langsung maupun tak langsung dari orang lain. Bisanya hal ini banyak dipelajari pada psikologi sosial, khususnya perilaku prososial.
ADVERTISEMENT
Mari simak penjelasan berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang compliance, aspek, prinsip dasar, dan manfaatnya.

Mengenal Compliance

Ilustrasi compliance adalah. Foto: KOBU Agency/Unsplash
Dikutip dari mars.umy.ac.id, dalam prinsip hubungan sosial, seseorang akan cenderung lebih gampang memenuhi permintaan orang yang disukai, daripada orang yang tak dikenal maupun dibenci.
Kepatuhan atau compliance adalah bentuk kepasrahan atau sikap taat terhadap tujuan yang sudah ditetapkan (Smeth, 2004).
Secara umum compliance atau kepatuhan merujuk pada sejauh mana individu mengiyakan maupun menolak permintaan orang lain. Kepatuhan sendiri berasal dari kata patuh yang berarti taat pada aturan maupun perintah serta berdisiplin.
Compliance dipengaruhi oleh permintaan langsung maupun tak langsung dari orang lain.
Sementara itu, dalam lingkup pekerjaan atau perusahaan, compliance dapat dikatakan sebagai proses memastikan bahwa bisnis berjalan sesuai norma yang sudah disepakati dan ditentukan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penelitian oleh Milgram (1963), ada berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan yaitu status lokasi, tanggung jawab personal, status figur otoritas atau pemimpin, legitimasi dari figur otoritas, dukungan teman, dan kedekatan dengan figur otoritas.

Aspek dan Prinsip-prinsip Dasar Compliance

Penilaian dalam compliance menyangkut beberapa aspek seperti ketaatan seluruh aktivitas sesuai kebijakan, ketentuan, aturan, serta perundang-undangan yang berlaku.
Kemudian tentang prinsip-prinsip dasar compliance menurut Cialdiani dalam Sarlito, 2009, antara lain:
Pertemanan atau perasaan suka: seseorang cenderung lebih mudah memenuhi permintaan orang yang disukai.
ADVERTISEMENT

Manfaat Compliance bagi Perusahaan

Ada beragam manfaat bagi perusahaan yang melakukan compliance yaitu perusahaan akan terhindar dari sanksi, nama baiknya terjaga, dan risiko pada perusahaan yang berhubungan dengan hukum pun bisa diminimalkan.
Itulah pembahasan mengenai definisi compliance beserta aspek dan manfaatnya untuk perusahaan.
Sederhananya, compliance adalah kepatuhan. Perilaku patuh ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan agar tercipta keteraturan serta kedisiplinan. (DN)