Konten dari Pengguna

Contoh Perilaku Impulsif pada Anak Beserta Cara Menghadapinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh perilaku impulsif pada anak. Sumber : pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh perilaku impulsif pada anak. Sumber : pixabay

Impulsif adalah tindakan secara tiba-tiba yang dilakukan tanpa perencanaan sama sekali. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami sikap impulsif.

Dikutip dari buku Mengatasi Perilaku Buruk Anak, pengertian impulsif pada anak yaitu, anak yang bertindak secara spontan tanpa berpikir dan juga bertanya terlebih dahulu.

Impulsif umumnya dikaitkan dengan perkembangan otak. Berikut akan diulas secara lengkap contoh perilaku impulsif pada anak dan cara menghadapinya.

Contoh Perilaku Impulsif pada Anak

Ilustrasi contoh perilaku impulsif pada anak. Sumber : pixabay

Terdapat empat contoh anak berperilaku impulsif, yaitu tergesa-gesa, gegabah, kurang usaha dan mencari sensasi. Berikut pemaparan beserta contoh perilaku impulsif pada anak.

1. Selalu Tergesa-gesa

Anak cenderung selalu tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, tanpa mempertimbangkan akibatnya. Contohnya, berlari ke arah jalan tanpa memperhatikan keadaan lalu lintas. Tindakan ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kecelakaan bahkan dapat menghilangkan nyawanya

2. Bertindak Gegabah

Anak bertindak tanpa berpikir atau berencana dahulu. Misalnya, menghancurkan barang saat marah. Hal ini kurang baik sebab dikhawatirkan anak akan terbiasa merusak barang ketika marah hingga dewasa.

3. Kurang usaha dan tidak bisa mengendalikan diri

Contoh perilaku impulsif lain yakni, anak mudah menyerah ketika diberikan tugas, apalagi tugas yang tidak disukainya. Sehingga ia tidak akan mengerjakan tugas tersebut.

Selain itu, anak juga tidak bisa mengendalikan diri hingga dapat berteriak frustrasi saat keinginan atau kemauannya tidak dituruti.

4. Sensasi mencari kesenangan

Anak hanya mencari kesenangan tanpa memikirkan konsekuensinya. Contohnya, melompat ke kolam sekalipun tidak bisa berenang. Padahal itu dapat membahayakan nyawanya jika sampai tenggelam.

Cara Menghadapi Anak Impulsif

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi anak dengan perilaku impulsif:

1. Mengajari kemampuan mengendalikan diri

Misalnya, ketika akan mengerjakan PR, anak diwajibkan duduk manis dan orang tua melakukan kontak mata. Minta anak mendengarkan baik-baik petunjuk yang diberi. Apabila anak dapat memenuhi seluruh tahapan ini, berikanlah pujian, sehingga ia akan senang.

2. Berikan tugas sederhana dan singkat pada satu waktu

Cara lain untuk menghadapi anak impulsif yakni dengan memberikan tugas sederhana yang harus selesai dalam satu waktu. Hal ini dilakukan karena anak impulsif cenderung tergesa-gesa, sehingga saat diberikan tugas yang panjang, ia akan merasa kesulitan dan berujung pada menyerah.

3. Dinasehati

Anak butuh diberi tahu bahwa perilaku impulsifnya tersebut bukan termasuk perilaku yang baik.

4. Memberi contoh perilaku yang benar

Anak adalah cerminan orang tuanya. Tindakan serta ucapan orang tua akan terekam dalam ingatan anak dan akan ditiru. Orang tua perlu bertindak dengan hati-hati agar anak bisa belajar dari hal itu.

5. Usahakan selalu hadir untuk mendukung anak

Salah satu faktor yang bisa mengendalikan perilaku anak impulsif adalah ketika anak merasa dekat dengan orangtuanya. Misalnya, ketika anak bertindak impulsif jangan dimarahi, namun berikan pengertian yang baik bagaimana tindakan seharusnya. Dengan demikian anak merasa didukung dan mendapat pengarahan.

Demikianlah uraian mengenai contoh perilaku impulsif pada anak beserta cara menghadapinya. (ARH)