Konten dari Pengguna

Coping Mechanism dalam Psikologi dan Ciri-cirinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi coping mechanism dalam psikologi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi coping mechanism dalam psikologi. Foto: Pixabay

Coping mechanism dalam psikologi adalah sebuah bentuk pertahanan diri dengan cara mengelola emosi dan menyelesaikan sumber masalah atau trauma.

Coping mechanism bermanfaat untuk mengelola rasa stres dan menjaga kondisi emosional. Berikut adalah pembahasan mengenai coping mechanism dalam psikologi.

Coping Mechanism dalam Psikologi

Ilustrasi coping mechanism dalam psikologi. Foto: Pixabay

Buku Mata Ajar Keperawatan Kritis karya Widiyono, mengatakan bahwa keadaan stres yang dialami seseorang akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan, baik secara fisiologi maupun psikologis.

Individu tidak akan membiarkan efek negatif itu terus terjadi, sehingga ia melakukan coping mechanism. Strategi coping ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni:

  1. Latar belakang budaya

  2. Pengalaman dalam menghadapi masalah

  3. Faktor lingkungan

  4. Kepribadian

  5. Konsep diri

  6. Faktor sosial

Lebih lanjut, berdasarkan penjelasan singkat sebelumnya, maka coping mechanism memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

  1. Respon perilaku dan fikiran terhadap stres

  2. Penggunaan sumber yang ada pada diri individu atau lingkungan sekitarnya

  3. Pelaksanaannya dilakukan secara sadar oleh individu

  4. Bertujuan untuk mengurangi atau mengatur konflik yang timbul dari diri pribadi dan di luar dirinya.

Manfaat coping mechanism bagi individu adalah agar mampu menghadapi kondisi yang tidak biasa yang menyakitkan serta trauma psikologis. Metode ini bisa digunakan untuk menghadapi amarah, rasa kesepian, rasa khawatir, juga depresi.

Terdapat dua jenis coping mechanism menurut Stuart dan Sundeen, yaitu berpusat pada masalah (direct action) dan berpusat pada emosi (palliatif form).

Contoh coping mechanism yang berpusat pada masalah, yakni konfrontasi, isolasi, dan kompromi. Sedangkan, coping mechanism yang berpusat pada emosi, yakni denial, rasionalisasi, kompensasi, represi, sublimasi, identifikasi, dan regresi.

Dalam pengembangannya, coping mechanism bisa memberi dampak positif juga negatif berdasarkan buku The Art of Self Talk-ing karya Nisrina.

Ketika strategi coping cenderung membahayakan secara fisik atau mental, maka itu merupakan coping mechanism yang tidak sehat.

Contoh strategi coping mechanism yang tidak sehat, yakni strategi yang berfokus pada emosi, penghindaran, reaksi stres yang tidak disadari, terlarut dalam pikiran, hingga melarikan diri dari masalah.

Contoh strategi coping yang sehat, adalah berlatih meditasi, grounding, berdoa, menumbuhkan rasa kasih pada diri sendiri, istirahat, bersyukur, dan lain sebagainya.

Demikian adalah pembahasan mengenai coping mechanism dalam psikologi dan ciri-cirinya yang perlu diketahui. (SP)