Konten dari Pengguna

Dampak Kekerasan Verbal pada Perempuan dan Bentuknya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kekerasan verbal pada perempuan. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekerasan verbal pada perempuan. Sumber foto: Unsplash

Dampak kekerasan verbal pada perempuan tidak boleh luput dari perhatian serta dianggap remeh oleh masyarakat. Pasalnya, kondisi ini jauh lebih berbahaya dan menyakitkan daripada kekerasan fisik.

Mereka yang mengalami kekerasan verbal sering mendapatkan trauma seumur hidup, sehingga sulit untuk disembuhkan. Tidak hanya itu, simak dampak lainnya di bawah ini.

Bentuk dan Dampak Kekerasan Verbal pada Perempuan

Ilustrasi kekerasan verbal pada perempuan. Sumber foto: Unsplash

Biasanya, kasus kekerasan pada perempuan yang sering disorot adalah kekerasan fisik atau non verbal. Padahal, terdapat kekerasan verbal, yang lebih sering terjadi dan dialami oleh perempuan.

Kekerasan verbal memang selalu dianggap sepele dan remeh. Bahkan, sebagian dari masyarakat kerap tidak menyadarinya. Akibatnya, korban lebih menerima dan sulit untuk meminta pertolongan.

Dirangkum dari Jurnal Kekerasan Verbal pada Anak milik Bonita Mahmud, kekerasan verbal adalah kekerasan yang dilakukan melalui perkataan, dan dapat menyebabkan rasa sakit pada perasaan.

Bentuk dari kekerasan verbal sendiri seperti mengucapkan kata-kata kasar tanpa menyentuh fisik, mengancam, menghina, memfitnah, memanipulasi, hingga memberikan kritik yang menyakitkan.

Jika dilihat dari bentuknya, kekerasan verbal dianggap jauh lebih berbahaya daripada kekerasan fisik. Pasalnya, dampak yang diberikan sering tidak terlihat. Berikut contohnya:

1. Khawatir Berlebihan

Salah satu dampak dari kekerasan verbal pada perempuan adalah mengalami kekhawatiran berlebihan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Terkadang, korban hidup dalam ketakutan jika orang lain masih memandang rendah dan siap menyakiti secara verbal.

2. Putus Asa

Korban juga sering merasa putus asa dan tidak berdaya karena penghinaan terus-menerus. Akibatnya, korban merasa yakin bahwa hidup mereka tidak akan pernah bahagia.

3. PTSD

Kekerasan verbal juga dapat menyebabkan perempuan mengalami gangguan stres pascatrauma atau PTSD. Hal inilah yang akhirnya membuat korban sering ketakutan dan mengalami mimpi buruk.

4. Turunnya Rasa Percaya Diri

Verbal abuse juga sering menurunkan rasa percaya diri korban secara drastis. Hal ini membuat korban merasa tidak kompeten dan berharga dalam menjalani kehidupan mereka. Akibatnya, karir, hubungan, hingga kesejahteraan hidup mereka terganggu.

Demikian penjelasan mengenai dampak kekerasan verbal pada perempuan beserta bentuknya. Semoga bermanfaat! (RN)