Konten dari Pengguna

Definisi dan Gejala Depersonalisasi pada Manusia

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Depersonalisasi. Sumber: Pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Depersonalisasi. Sumber: Pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA

Depersonalisasi merupakan salah satu istilah yang ada dalam kajian kejiwaan manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), depersonalisasi adalah proses kehilangan rasa memiliki identitas pribadi.

Layaknya sebuah gangguan kejiwaan, manusia yang mengalami depersonalisasi tentu akan merasa tidak nyaman. Guna mengetahui definisi serta gejala depersonalisasi, baca ulasannya di bawah ini.

Mengenal Depersonalisasi pada Manusia

Ilustrasi Depersonalisasi. Sumber: Pexels.com/Karolina Grabowska

Setelah menyimak penjelasan di atas, setiap orang dapat mengetahui bahwa depersonalisasi adalah istilah untuk menyebutkan proses kehilangan identitas diri pada manusia. Setiap hal yang mengandung proses artinya memiliki durasi, rentang waktu, kegiatan, atau pengalaman panjang.

Mengutip dari buku berjudul Leksikon Istilah Kesehatan Jiwa & Psikiatrik Edisi 2 karya Bastaman, dkk. (2003: 50), depersonalisasi dapat terjadi sebagai fenomena terisolasi pada orang normal lainnya atau dapat juga menyertai fatigue atau reaksi emosional tingkat tinggi.

Selain itu, pada buku yang sama, Bastaman, dkk. pun menjelaskan bahwa depersonalisasi juga dapat menjadi bagian dari gejala ruminan, keadaan ansietas obsesif, depresi, skizofrenia, gangguan kepribadian tertentu, serta gangguan fungsi serebral.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa depersonalisasi pada manusia merupakan hal yang kompleks. Walaupun kompleks, seseorang tetap perlu berusaha mengenal tanda-tanda atau gejala dari depersonalisasi.

kumparan post embed

Gejala-Gejala Depersonalisasi

Ilustrasi Depersonalisasi. Sumber: Pexels.com/Karolina Grabowska

Mengutip dari laman my.clevelandclinic.org (2020), inilah beberapa tanda gangguan depersonalisasi.

  • Merasa terputus dari pikiran, perasaan, dan tubuh.

  • Merasa terputus dari lingkungan (derealisasi).

  • Merasa seperti robot.

  • Merasa diri mengamati diri sendiri dari luar tubuh.

  • Merasa hidup di dunia mimpi.

  • Merasa depresi, cemas, panik, atau merasa seperti akan gila.

Itulah beberapa gejala terjadinya depersonalisasi pada manusia. Namun, setiap manusia wajib mengingat bahwa tidak ada seorang pun yang boleh melakukan diagnosis sendiri.

Diagnosis sendiri atau self diagnose adalah tindakan yang berbahaya sebab urusan kesehatan jiwa sangat memerlukan diagnosis serta penanganan ahli, yakni psikiater. Psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa.

Jadi, pastikan melakukan konsultasi bersama ahlinya untuk mendapatkan penangan yang tepat. Sekian penjelasan singkat tentang depersonalisasi kali ini, semoga bermanfaat. (AA)