Definisi serta Dampak Scopophobia bagi Kehidupan Sosial

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Scopophobia adalah salah satu jenis phobia yang ada dalam kehidupan manusia. Layaknya sebuah phobia, scopophobia dapat menimbulkan rasa takut bagi seseorang yang mengalaminya.
Hal ini sebagaimana arti dari kata phobia. Mengutip dari buku berjudul Hypnotherapy: Menembus Pikiran Bawah Sadar karya Nurohman (2017: 193), kata phobia berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah rasa takut atau takut berlebih.
Scopophobia Ketakutan Apa?
Jika phobia adalah rasa takut atau ketakutan yang berlebih, lalu ketakutan apa yang dimaksud dari scopophobia? Mengutip dari buku berjudul Dahsyatnya Kekuatan Pikiran Bawah Sadar karya Aizid (2018: 99), scopophobia adalah jenis ketakutan untuk dilihat atau ditatap.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa orang dengan scopophobia tentu akan merasa sangat takut bila dirinya dilihat atau ditatap oleh orang lain. Beberapa wujud ketakutan dari pemilik scopophobia, antara lain:
Merasa cemas saat berada di lingkungan sosial;
Berkeringat saat seseorang menatapnya;
Perut terasa sakit atau mual;
Wajah yang memerah; dan/atau suara yang bergetar.
Jika melihat wujud dari phobia yang satu ini, setiap orang tentu sudah dapat memikirkan bahwa scopophobia dapat memengaruhi kehidupan sosial. Pemikiran tersebut dapat menjadi benar, bila tidak ada upaya untuk menangani scopophobia.
Dampak Scopophobia bagi Kehidupan Sosial
Scopophobia merupakan jenis phobia yang dapat memengaruhi kehidupan sosial seseorang. Pasalnya, orang dengan scopophobia cenderung menghindari dari kondisi atau kemungkinan dirinya ditatap oleh orang lain.
Hal itu tentu memberikan dampak negatif bagi seseorang yang mengalami phobia ini. Beberapa dampak negatif dari scopophobia terhadap kehidupan sosial, yaitu:
Membuat seseorang menghindari interaksi sosial.
Membuat seseorang menutup diri dari kehidupan luar.
Membuat seseorang memiliki pergaulan yang sangat terbatas atau bahkan tidak ada.
Membuat seseorang mengucilkan dirinya sendiri.
Setiap manusia tentu tidak dapat hidup dengan kondisi seperti itu seumur hidupnya. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
Manusia membutuhkan komunikasi serta interaksi sosial untuk mengembangkan dirinya. Oleh sebab itu, phobia yang satu ini memerlukan upaya seseorang untuk mengatasinya.
Seseorang dengan scopophobia, sebaiknya melakukan konsultasi dengan psikolog klinis. Konsultasi tersebut memiliki tujuan untuk mengurangi gejala-gejala scopophobia sehingga meminimalisir terjadinya dampak negatif dari phobia itu.
Sekian penjelasan singkat tentang scopophobia. Percayalah bahwa terkadang suatu hal tidak semenakutkan itu. (AA)
