Distorsi dalam Psikologi beserta Jenis-jenisnya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Distorsi kognitif atau distorsi dalam psikologi adalah pola pikir tidak akurat yang memunculkan gangguan psikologi tertentu. Distorsi kognitif mengakibatkan terbentuknya pola pikir negatif pada diri seseorang.
Lantas apa saja jenis-jenis distorsi kognitif? Agar semakin paham, simak uraian berikut!
Pengertian Distorsi Kognitif
Ahmad Saifuddin dalam buku berjudul Psikologi Umum Dasar, menjelaskan bahwa distorsi dalam psikologi adalah pola pemikiran berlebihan yang mengakibatkan seseorang meyakini hal-hal negatif tentang diri sendiri, orang sekitar, dan lingkungan yang sebenarnya hal tersebut belum tentu kebenarannya.
Pemikiran yang demikian jika terus berlanjut bisa mengakibatkan seseorang akan melihat suatu hal lebih jelek atau negatif dari kondisi sebenarnya.
Seseorang yang mempunyai distorsi kognitif bisa memunculkan sikap tidak fleksibel dalam menginterpretasi hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya.
Orang yang selalu mempunyai pikiran negatif, ia bisa memaknai peristiwa yang sebenarnya membahagiakan menjadi sesuatu hal yang negatif.
Pada seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental dan menjalani terapi perilaku kognitif, distorsi jenis inilah yang masih dapat disembuhkan.
Jenis-Jenis Distorsi Kognitif
Distorsi kognitif mempunyai beberapa jenis, yaitu :
1. Generalisasi Berlebihan
Pada distorsi kognitif sering muncul kata “selalu atau tidak pernah”. Hal ini terjadi, karena orang yang mengalami distorsi kognitif menggeneralisasi yang terjadi sesudah kejadian tertentu.
Kondisi ini mengakibatkan orang tersebut tidak punya ruang yang lain, sebab telah muncul generalisasi sepihak dalam pikirannya.
2. All-Or-Nothing
Pemikiran distorsi kognitif melihat semua hal secara absolut dan tidak memberikan ruang untuk pemikiran yang lain. Akibatnya seseorang akan sulit keluar dari masalah psikologis yang dialami.
3. Mengabaikan yang Positif
Pola pikir distorsi kognitif membuat seseorang tidak memerlukan validasi terhadap berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya.
Kondisi ini terjadi karena mereka sudah berpikir seluruh hal yang terjadi dalam hidupnya adalah negatif.
4. Mental Filter
Pola pikir yang demikian cenderung membuat seseorang terfokus dalam satu kejadian dan melupakan kejadian yang lain.
Misalnya, seseorang berpikir mencari uang yang mudah adalah dengan cara mencuri dan jika bekerja belum tentu mendapatkan uang dengan mudah.
5. Membesarkan Masalah
Seseorang dengan pola pikir distorsi kognitif cenderung selalu mempermasalahkan hal negatif. Mereka tidak bisa mencari manfaat yang ada di dalamnya.
Itulah uraian tentang distorsi dalam psikologi yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)
