Duck Syndrome: Pengertian, Penyebab, dan Cara mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Duck syndrome adalah kondisi ketika orang terlihat tenang, tapi menyimpan kecemasan dan rasa tertekan.
Duck syndrome bisa menyerang siapa saja, baik anak muda maupun orang yang berusia lanjut. Lantas apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi duck syndrome? Simak penjelasannya di sini.
Pengertian Duck Syndrome
Gita Susilawati Dewi, S.Psi., Muhammad Aulia Rahman, S.Psi. dalam buku berjudul Kamus Lengkap Psikologi menjelaskan bahwa duck syndrome adalah kondisi seseorang yang terlihat baik-baik saja dan tenang dari luar namun kenyataannya mereka mengalami banyak tekanan dan masalah dalam hidupnya.
Kondisi seseorang yang seperti ini terlihat mirip bebek yang sedang berenang, dari atas permukaan air bebek terlihat bisa berenang dengan tenang dan melaju secara perlahan-lahan. Padahal kenyataannya, di bawah air kaki bebek harus mendayung dengan susah payah untuk bertahan mengapung di atas permukaan air.
Istilah duck syndrome pertama kali diperkenalkan di Stanford University. Awalnya, istilah inin digunakan untuk menggambarkan kondisi mahasiswanya yang terlihat tenang dan santai. Namun, di balik itu semua mereka mempunyai banyak kecemasan dan tuntunan.
Tekanan yang mahasiswa miliki adalah cara untuk mencapai target yang mereka inginkan. Sekitar 87% mahasiswa yang ada di Stanford University menyatakan bahwa mereka sangat kewalahan dengan tanggung jawabnya (dalam konteks sebagai mahasiswa).
Penyebab Duck Syndrome
Penyebab duck syndrome pada seseorang memang belum secara jelas diketahui. Namun, hal penting yang perlu digarisbawahi adalah penderita duck syndrome biasanya masih dapat melakukan berbagai kegiatan harian secara produktif.
Mereka mempunyai ketabahan hati yang sangat kuat sehingga bisa menjalani hidup dengan lebih baik.
Untuk itulah, pengidap duck syndrome biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :
Tuntutan secara akademik.
Pola asuh helikopter.
Selalu ingin perfeksionis.
Rendahnya self-esteem.
Mengalami peristiwa traumatik.
Cara Mencegah Duck Syndrome
Duck syndrome bisa dicegah dengan beberapa cara, yaitu :
Mencoba mencintai dan menghargai diri sendiri terlebih dahulu.
Kenali serta ketahui kapasitas diri supaya bisa menuntaskan pekerjaan sesuai kemampuan yang dimiliki.
Jangan memforsir diri terlalu berat dan luangkan me time untuk diri sendiri meski hanya sekedar relaksasi.
Ubah pola pikir negatif menjadi lebih positif agar kegiatan sehari-hari bisa berjalan dengan lancar.
Menjauhlah dari lingkungan yang toxic dan tidak bisa membuatmu berkembang.
Mencari bantuan ke psikiater atau psikolog. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan khusus serta psikoterapi.
Itulah penjelasan tentang duck syndrome beserta cara mengatasinya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (eK)
