Konten dari Pengguna

Ellipsism: Pengertian dan Penyebabnya Menurut Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : Ellipsism. Sumber : Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Ellipsism. Sumber : Pixabay.com

Pernah merasakan sedih yang tiba-tiba? Perasaan ini sering disebut dalam psikologi sebagai ellipsism. Ellipsism adalah salah satu istilah emosi yang muncul dalam psikologi yang mempunyai arti menarik.

Lantas apa itu ellipsism dalam apa penyebabnya menurut psikologi?

Pengertian Ellipsism

Ilustrasi : Ellipsism.Sumber : Andrea Piacquadio/Pexels.com

Eagle Oseven dalam buku berjudul Kuasai Emosi Anda menjelaskan bahwa emosi dalam diri manusia bisa memengaruhi cara manusia berhubungan satu sama lain. Emosi berperan juga dalam pengambilan suatu keputusan.

Salah satu istilah emosi dalam psikologi adalah ellipsism. Ellipsism adalah perasaaan sedih yang muncul secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Biasanya perasaan ini muncul saat seseorang sedang memikirkan masa depannya.

Contohnya, seseorang berpikir di masa depan dia tidak akan bisa melihat cucu-cucunya menjadi tua.

Sebenarnya kondisi ellipsism muncul dari pola pikir tertentu. Artinya, kondisi ini muncul sebab persepsi waktu yang menyesatkan dan mengarah kepada perasaan menakutkan tersebut.

Penyebab Ellipsism

Perasaan ellipsism bisa muncul sebab setiap individu yang ada di seluruh dunia tidak bisa meramal akan nasib masa depan dirinya sendiri.

Bahkan seseorang tidak bisa meramal semua orang yang ada di sekitarnya serta manusia juga tidak bisa menangani masa depan dunia ini.

Tuhanlah yang berkuasa atas langit dan bumi, sehingga semestinya manusia tidak berekspektasi berlebihan akan dunia ini, jika tidak mau merasakan sedih yang berkelanjutan.

Perasaan ellipsism terjadi karena kurangnya sikap istiqomah dan tawakal sebab hakikatnya Tuhan telah mengetahui apa yang terbaik untuk seluruh makhluknya.

Bagaimana Mengatasi Ellipsism?

Ellipsism bukan sesuatu yang perlu dihindari, kenapa demikian ? Namun, jika ellipsism sudah sangat mengganggu maka bisa diatasi dengan cara-cara berikut :

  1. Menghilangkan kebiasaan overthinking.

  2. Semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

  3. Mengalihkan pikiran kepada hal-hal yang lucu, unik, dan menggemaskan.

  4. Belajar menjadi pribadi yang sabar.

  5. Mencari bantuan kepada orang lain yang dipercaya.

Demikianlah penjelasan tentang ellipsism dan penyebabnya yang muncul dalam psikologi. Semoga bermanfaat! (Ek)