Konten dari Pengguna

Fase Cinta yang Umum Terjadi dalam Kehidupan Seseorang

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fase Cinta. Foto: dok. Unsplash/Scott Broome
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fase Cinta. Foto: dok. Unsplash/Scott Broome

Fase cinta yang umum terjadi dalam kehidupan membuat seseorang mengalami gejolak perasaan. Baik itu perasaan sedih, senang, kecewa, bahagia, bahkan terpuruk sekalipun.

Biasanya, seseorang yang mengalami jatuh cinta akan mengalami kasmaran atau jatuh cinta pada fase pertama. Setelah melalui fase kasmaran, seseorang akan melalui fase selanjutnya yang membuat cinta seseorang menjadi lebih matang dan siap dibanding sebelumnya.

Mengenal Fase Cinta yang Umum dalam Kehidupan

Ilustrasi Fase Cinta. Foto: dok. Unsplash/Scott Broome

Dikutip dari buku berjudul Cinta Adalah... Sebuah Keajaiban! yang disusun oleh Anang YB,Frans Budi Pranata (2014: 81), jatuh cinta adalah perasaan yang dapat timbul dan dirasakan oleh siapa saja.

Jatuh cinta tidak mengenal batasan umur, profesi, strata sosial dan hal lainnya. Perasaan jatuh cinta akan membuat seseorang merasa bahagia.

Secara umum, terdapat beberapa fase cinta yang dapat dialami seseorang dalam kehidupan. Berikut ini adalah beberapa fase cinta yang umum dirasakan.

1. Fase Kasmaran

Pada fase ini, seseorang akan mengalami rasa bahagia yang sangat besar, bahkan tak jarang mereka merasa bahwa mereka adalah orang paling bahagia di dunia ini.

Di pandangan seseorang yang sedang kasmaran, pasangannya adalah orang terbaik di dunia dan tak ada yang mengalahkannya. Saat itu, hubungan akan terasa sangat manis dan harmonis.

Namun, fase kasmaran ini tidak akan bertahan lama seiring berjalannya waktu. Meskipun begitu, rasa ini akan tetap ada dalam hati sebagai salah satu memori pertama yang berkesan.

2. Fase Tragis

Pada fase ini, seseorang akan mengalami pahitnya cinta. Entah itu dikhianati dan dikecewakan oleh pasangan, atau bahkan pujaan hati ternyata tidak menerima cinta kita.

Meski membuat luka dalam hati, fase tragis berguna untuk membuat cinta dan kesiapan hati seseorang menjadi lebih matang dan lebih siap menghadapi fase cinta selanjutnya.

Fase ini tak hanya terjadi sekali dua kali. Seseorang dapat mengalami fase ini berulang kali pada beberapa orang yang ditemui.

Kendati demikian, seseorang akan belajar bagaimana untuk melepaskan hal-hal yang menyakitkan hati dan menerima hal-hal yang telah terjadi sebelumnya.

3. Fase Cinta yang Sesungguhnya

Saat seseorang telah menemukan jodoh yang terbaik untuknya, maka saat itu ia akan menemukan cinta yang sesungguhnya. Dalam fase ini membantu seseorang dalam menerima kekurangan dan memahami apa saja risiko yang dihadapi saat jatuh cinta bersama pasangan.

Dalam fase cinta sesungguhnya, seseorang sudah lebih matang dalam menyikapi saat jatuh cinta dan memberikan cinta pada pasangannya. Mereka juga memberikan keikhlasan cintanya dan berbagi segalanya bersama pasangan. Cinta ini akan tetap terus ada tanpa ada kata akhir.

Demikian pembahasan tentang fase cinta secara umum yang dapat dialami orang-orang. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang fase percintaan yang dapat terjadi di sekitar kita. (DAP)