Konten dari Pengguna

Fase Threenager pada Anak dan Cara Menghadapinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fase Threenager pada Anak. Foto: dok. Unsplash/Gabriel Baranski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fase Threenager pada Anak. Foto: dok. Unsplash/Gabriel Baranski

Fase threenager pada anak adalah fase di mana anak-anak usia tiga tahun mulai bersikap seolah dirinya adalah seorang remaja berusia 13 tahun. Pada fase ini, anak memiliki sikap yang tak jarang memicu emosi orang tuanya.

Sebab fase ini bukanlah fase yang mudah untuk dilalui, orang tua perlu mengetahui bagaimana cara menghadapinya dengan baik. Hal ini harus diketahui orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Fase Threenager pada Anak dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi Fase Threenager pada Anak. Foto: dok. Unsplash/Katherine Hanlon

Mengutip buku Parenting Penting yang disusun oleh Vanila Arundina (2021: 119), pada usia tiga tahun, anak mengalami fase threenager . Pada fase tersebut anak mulai berperilaku seperti anak remaja, seperti sulit diarahkan, merasa paling bisa, keras kepala, dan ingin selalu dituruti segala kemauannya bahkan pada saat itu juga.

Hal tersebut sering kali memantik emosi orang tua ketika mendampingi anak. Meski begitu, sebagai orang tua perlu bijak dalam menyikapi perilaku anak. Kontrol emosi agar orang tua tidak memarahi atau bahkan berlaku kasar akibat emosi yang dirasakan.

Orang tua perlu menyadari bahwa fase ini adalah fase perkembangan anak di mana anak baru belajar banyak hal. Saat anak melalui fase ini, perkembangan bahasa anak terus meningkat serta perkembangan motorik halus dan kasar, kemampuan kognitif, hingga perkembangan sosial emosional juga ikut meningkat.

Agar dapat menyikapi anak yang sedang berada di fase threenager, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua untuk menghadapinya:

1. Berusaha Tetap Tenang

Ketika anak sedang berbuat kesalahan, orang tua perlu mengontrol emosi dan tetap tenang. Orang tua perlu menanamkan pikiran bahwa anak belum menyadari dan memahami sepenuhnya bahwa ia sedang melakukan hal yang salah. Untuk itu orang tua perlu mempertebal kesabaran dan meningkatkan kemampuan untuk mengontrol emosi dalam diri.

2. Pastikan Kebutuhan Dasar Anak Terpenuhi dengan Baik

Dalam beberapa kondisi, si kecil bertingkah menyebalkan sebagai cara untuk menyampaikan bahwa dirinya membutuhkan kasih sayang dan perhatian orang tuanya. Oleh sebab itu, orang tua perlu memastikan apakah kebutuhan dasarnya telah terpenuhi dengan baik atau belum. Mulai dari kebutuhan kasih sayang, kebutuhan istirahat, bermain, dan makan yang cukup juga perlu diperhatikan.

3. Ajak Anak untuk Terlibat dalam Pekerjaan Sederhana

Ketika orang tua sedang sibuk dengan pekerjaannya, orang tua dapat mengajak anak untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang dilakukannya. Contohnya seperti mengajak anak ketika mencuci sayuran, membantu membereskan mainan, dan lain sebagainya. Pastikan kegiatan yang dilakukan tidak membahayakan anak.

4. Mengkomunikasikan dengan Pasangan

Agar anak dapat ditangani dengan baik, komunikasi dengan pasangan selama tumbuh kembang anak perlu dilakukan. Dengan begitu, peran kedua orang tua dalam mengasuh anak tidak terlepas sehingga anak dapat tumbuh dengan baik.

Demikian pembahasan mengenai fase threenager pada anak beserta tips untuk menanganinya. (DAP)