Gangguan Mental Organik: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gangguan mental organik adalah gangguan mental yang muncul akibat kerusakan pada otak seseorang.
Dalam dunia kesehatan, gangguan mental organik disebut OMD (Organic mental disorder) atau organic brain syndrome.
Untuk lebih memahami tentang gangguan mental organik OMD, simak pembahasannya dalam uraian berikut.
Pengertian Gangguan Mental Organik
Hesti Wulandari, dkk dalam buku berjudul Asuhan Kebidanan Pada Perempuan dan Anak Dalam Kondisi Rentan menjelaskan bahwa gangguan mental organik adalah kondisi seseorang yang mengalami penurunan fungsi otak secara bertahap.
Istilah gangguan mental organik sering digunakan kepada pasien neurokognitif.
Umumnya, gangguan mental organik ini banyak terjadi pada lansia. Meski begitu, orang berusia muda juga berisiko mengalaminya.
Penyebab Gangguan Mental Organik
Inilah beberapa penyebab gangguan mental organik.
Pasien mengalami penyakit, seperti parkinson, alzheimer, prion, lewy body, huntington, multiple sclerosis, dan demensia.
Adanya cedera otak berat.
Menderita gangguan pernapasan yang mengakibatkan rendahnya oksigen dan meningkatnya kadar karbon dioksida di dalam tubuh.
Kanker otak atau kanker lain yang telah menyebar sampai otak.
Penggunaan obat-obatan terlarang dan mengonsumsi alkohol.
Terinfeksi meningitis, HIV, sifilis, dan infeksi otak.
Pasien mengalami ensefalopati, salah satunya karena kelainan hati.
Gejala Gangguan Mental Organik
Ada beberapa gejala gangguan mental organik pada seseorang, yaitu :
Mudah bingung.
Sulit mengingat sesuatu.
Sulit berkonsentrasi.
Kehilangan ingatan jangka pendek atau jangka panjang (amnesia).
Penglihatan terganggu.
Ketika jalan atau berdiri tubuh tidak seimbang.
Sering takut.
Malas melakukan apapun.
Sering menunjukan kemarahan ekstrem.
Tidak nyambung saat diajak berkomunikasi.
Sulit mengendalikan gerakan dari otot tubuhnya.
Cara Menangani Gangguan Mental Organik
Penanganan bagi pasien gangguan mental organik harus dilakukan oleh dokter spesialis saraf, psikiater atau dokter ahli kejiwaan.
Nantinya, pasien akan mendapatkan evaluasi gangguan mental dari dokter guna mengetahui jenis gangguan yang dialami.
Dokter juga akan menentukan area otak mana yang mengalami gangguan dan mengakibatkan gangguan mental organik itu muncul.
Setelah itu, pasien akan mendapatkan perawatan serta evaluasi yang ketat dari dokter, di mana biasanya perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Selama masa itu, pasien harus mendapatkan dukungan psikososial dan psikoterapi untuk menunjang perawatannya. Tujuannya agar kebutuhan dan kesejahteraan pasien dapat terpenuhi.
Demikian penjelasan tentang gangguan mental organik yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat! (Ek)
