Konten dari Pengguna

Gaya Belajar Audiotori dan Ciri-Cirinya untuk Mendeteksi Anak Sejak Dini

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gaya belajar audiotori. Sumber foto: Pexels/jonas mohamadi.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gaya belajar audiotori. Sumber foto: Pexels/jonas mohamadi.

Gaya belajar audiotori adalah disebut juga gaya belajar pendengaran. Pada proses pembelajarannya anak audiotori cenderung lebih mudah memahami materi pembelajaran lewat indera pendengaran.

Dikutip dari buku Born To Be A Genius karya adi W. Gunawan, menjelaskan bahwa dalam memasukkan informasi ke dalam otak melalui lima panca indera, yaitu: visual atau penglihatan, audiotori atau pendengaran, kinestetik atau gerakan, olfactori atau penciuman, dan gustatori atau pengecapan.

Idealnya dalam melakukan proses pembelajaran kelima panca indera tersebut harus digunakan. Namun, pada realitinya setiap manusia memiliki kecenderungan lebih unggul pada salah satu panca indera.

Ciri-Ciri Gaya Belajar Audiotori

Ilustrasi gaya belajar audiotori: Sumber foto: Pexels/Kampus Production.

Untuk mendeteksi gaya belajar anak sebenarnya tidak begitu sulit. Karena masing-masing memililiki ciri-ciri yang cukup menonjol.

Berikut ciri-ciri gaya belajar audiotori yang bisa digunakan sebagai patokan ataupun referensi untuk menganalisa sekaligus memastikan apakah sang anak beneran bertipe audiotori atau tidak.

1. Mudah Terganggu Oleh Keramaian

Gaya belajar audiotori adalah salah satu cirinya mudah merasa terganggu ketika berada di tempat yang bising dan ramai.

Ketika dia sedang belajar dan ada suara-suara yang mengganggu seperti; suara kendaraan, suara orang berbicara, dengungan AC, dan lain sebagainya akan membuat konsentrasi belajarnya menurun.

2. Lebih Mudah Mengingat dengan Cara Mendengarkan

Anak dengan gaya belajar audiotori lebih mudah menangkap pembelajaran ataupun informasi-informasi yang disampaikan dengan cara didengarkan. Seperti; mendengarkan lewat radio, mendengarkan ceramah, mendengarkan cerita, dan lain sebagainya.

Makanya, tidak heran jika anak audiotori lebih suka mendengarkan penjelasan daripada membaca buku.

3. Senang Membaca dengan Keras

Salah satu ciri yang cukup mudah digunakan untuk mendeteksi anak tipe audiotori adalah kalau membaca mengucapkannya dengan suara keras. Karena, ketika ia mengucapkan dengan lantang otaknya lebih mudah merekam tentang materi yang dipelajarinya.

4. Suka Berbicara dan Menjelaskan Sesuatu dengan Panjang Lebar

Anak tipe audiotori tidak betah berada di tempat yang sunyi dalam jangka waktu lama. ketika hal itu terjadi, secara alamiah ia akan memecahkan masalah tersebut. Cara yang digunakan seperti; bernyanyi, bersenandung, mendengarkan musik, mendengarkan radio, dan aktivitas lainnya.

Itulah ciri-ciri gaya belajar audiotori yang bisa digunakan sebagai bahan untuk mendeteksi anak sejak dini. Sehingga orang tua bisa menyiapkan pembelajaran yang sesuai dengan tipe anak.

(DAI)