Konten dari Pengguna

Generasi Strawberry: Definisi dan Penyebabnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Generasi Strawberry. Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Generasi Strawberry. Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya. Sumber: Pixabay

Generasi strawberry adalah salah satu istilah yang menggambarkan generasi muda. Istilah ini diberikan atas ciri-ciri tertentu.

Dikutip dari buku Struktur Sosial dan Prestasi Akademik Generasi Millenial di PTKIN Jawa Tengah, M. Sugeng Sholehuddin, dkk. (2018:2), generasi merupakan sekelompok orang dengan karakteristik berbeda, didasarkan perbedaan tahun kelahiran. Terdapat istilah generasi strawberry yang belakangan ini banyak terdengar. Apa pengertiannya?

Definisi Generasi Strawberry

Generasi Strawberry. Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya. Sumber: Pixabay

Generasi strawberry adalah julukan untuk menggambarkan generasi muda yang penuh ide. Mereka juga memiliki kreativitas tanpa batas.

Sayangnya, generasi tersebut mudah goyah ketika mendapat tekanan. Sebutan strawberry menggambarkan layaknya buah stroberi yang indah tapi sangat mudah hancur ketika terinjak.

Istilah generasi strawberry muncul pertama kali pada tahun 80-an di Taiwan. Buah stroberi yang terlihat cantik namun mudah memar memiliki arti generasi yang sangat mudah menyerah, sensitif, dan kurang tangguh ketika menghadapi tekanan tertentu.

Penyebab Terjadinya Generasi Strawberry

Generasi Strawberry. Hanya Ilustrasi, Bukan Gambar Sebenarnya. Sumber: Pixabay

Terciptanya generasi strawberry tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai penyebab yang melatarbelakanginya. Beberapa di antaranya, yakni:

1. Menghindari Masalah

Tak sedikit generasi muda yang memilih lari dari kesulitan. Dibanding menyelesaikan masalah, mereka memutuskan menghindarinya. Padahal semakin dihindari masalah justru dapat semakin besar.

2. Pola Asuh Orang Tua

Dibandingkan generasi sebelumnya, orang tua masa kini tergolong lebih sejahtera. Pengalaman melalui masa sulit menjadikan mereka tidak ingin anak-anaknya merasakan hal yang sama.

Keluarga sejahtera cenderung memenuhi segala permintaan anak. Kebutuhan waktu kebersamaan pun diganti dengan sejumlah materi. Dari sinilah anak tidak terbiasa kuat menghadapi tekanan.

3. Pengaruh Media Sosial

Teknologi yang semakin berkembang tentu memberi dampak dalam kehidupan, terutama bagi generasi muda. Adanya media sosial turut memberi kontribusi dalam terciptanya generasi strawberry.

Pasalnya, generasi muda dapat terpapar standar tidak realistis, pengukuran berlebihan, sampai cyberbullying di media sosial.

Baca Juga: 5 Cara Berpikir Generasi Z yang Menarik untuk Dipahami

Generasi strawberry adalah istilah untuk menggambarkan generasi yang cenderung lemah dan mudah menyerah saat menghadapi rintangan. Tentunya hal ini membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak berdampak negatif. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (LAU)