Hipokondria: Pengertian beserta Gejalanya yang Harus Dikenali

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hipokondria adalah salah satu penyakit mental yang berhubungan dengan kekhawatiran yang berlebihan dengan kondisi kesehatan.
Individu yang mengalami hipokondria cenderung terjebak dalam siklus kecemasan terus-menerus terkait kesehatan yang tidak logis.
Untuk lebih memahami tentang hipokondria, simak pembahasannya berikut ini.
Pengertian Hipokondria
Mengutip buku Move On dari Pikiran Negatif yang ditulis oleh Rahardian Sukma, hipokondria atau gangguan kecemasan kesehatan adalah situasi di mana seseorang mengalami kekhawatiran berlebihan dan berkelanjutan terkait dengan kondisi kesehatan mereka.
Pengidap hipokondria cenderung meyakini bahwa gejala-gejala kecil atau normal seringkali dianggap sebagai tanda penyakit serius yang sebenarnya tidak ada.
Berbagai Gejala Hipokondria yang Wajib Diketahui
Berikut ini adalah beberapa gejala dari hipokondria yang penting untuk diketahui bersama.
1. Kekhawatiran Berlebihan terhadap Kesehatan Diri sendiri
Individu yang mengalami hipokondria cenderung memiliki kekhawatiran berlebihan terhadap kemungkinan adanya penyakit atau gangguan kesehatan pada tubuh mereka, meskipun tanpa dasar medis yang kuat.
2. Selalu Mencari Informasi Kesehatan secara Berlebihan
Pengidap hipokondria seringkali terjebak dalam pencarian informasi kesehatan secara berlebihan, baik melalui internet, buku-buku kesehatan, atau konsultasi berulang dengan tenaga medis.
3. Sering Mengalami Kecemasan terkait Gejala Kesehatan
Pengidap hipokondria cenderung sering mengalami tingkat kecemasan yang tinggi terkait gejala kesehatan tertentu, bahkan jika gejala tersebut bersifat ringan atau sementara.
4. Merasa Yakin Memiliki Penyakit Serius tanpa Bukti Medis
Pengidap hipokondria memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka menderita penyakit serius, meskipun tidak ada bukti medis yang mendukung keyakinan tersebut.
5. Sering Memeriksa Tubuh atau Mencari Tanda-tanda Penyakit
Aktivitas memeriksa tubuh secara berlebihan atau mencari tanda-tanda penyakit menjadi kebiasaan bagi individu yang mengalami hipokondria.
6. Menolak Hasil Pemeriksaan Medis
Meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa mereka sehat, pengidap hipokondria sering menolak menerima kenyataan tersebut dan masih yakin bahwa mereka memiliki penyakit tertentu.
7. Menarik Diri dari Kegiatan Sosial karena Kekhawatiran akan Kesehatan
Gejala hipokondria dapat menyebabkan individu menarik diri dari kegiatan sosial karena kekhawatiran yang terus-menerus akan dampak negatif terhadap kesehatan mereka.
8. Sering Berpindah-pindah Dokter untuk Mendapatkan Diagnosa Berbeda
Pengidap hipokondria cenderung mencari berbagai pendapat medis dan sering berpindah-pindah dokter dengan harapan mendapatkan diagnosa yang sesuai dengan kekhawatiran mereka.
Hipokondria adalah sebuah kondisi kecemasan yang dapat memperburuk kesehatan mental seseorang.
Dengan memahami gejalanya, setiap orang dapat mengidentifikasi serta memberikan dukungan yang tepat kepada individu yang mengalaminya. (AZS)
