Konten dari Pengguna

Hypnoparenting: Pengertian dan Cara Melakukannya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hypnoparenting. Foto: dok. Unsplash/Kelly Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hypnoparenting. Foto: dok. Unsplash/Kelly Sikkema

Apa itu hypnoparenting? Pertanyaan tersebut sering kali dibahas di kalangan orang tua yang baru saja mempelajari pola parenting yang akan diterapkan pada anak. Metode parenting satu ini dikenal cukup efektif untuk membentuk perilaku anak yang lebih baik.

Namun begitu, pola asuh ini berbeda dengan pola asuh yang dilakukan pada umumnya. Untuk itu, terdapat cara khusus untuk menerapkan hypnoparenting terhadap anak.

Hypnoparenting dan Cara Menerapkannya

Ilustrasi Hypnoparenting. Foto: dok. Unsplash/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Hypnoparenting adalah metode parenting yang dilakukan dengan cara mengarahkan anak pada perilaku yang lebih baik melalui sugesti yang baik. Penjelasan mengenai apa itu hypnoparenting juga dibahas dalam buku Hypnoparenting: Menjadi Orangtua Efektif dengan Hipnosis yang disusun oleh (2010: 26).

Dikutip dari buku tersebut, hypnoparenting adalah suatu ilmu yang menggabungkan pengetahuan tentang mendidik dan membesarkan anak dengan pengetahuan hipnosis. Ada banyak sekali manfaat yang diperoleh khususnya dalam proses pembentukan perilaku anak dan juga pemikiran anak selama proses hipnosis.

Dalam buku Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah yang ditulis oleh Aryunani, ‎Syuhrotut Taufiqoh, ‎Fulatul Anifah (2022: 135), dijelaskan bahwa hypnoparenting adalah cara mendidik anak dengan memberikan sugesti-sugesti yang positif. Orang tua dapat melakukannya ketika anak berada dalam kondisi yang rileks.

Cara menerapkan hypnoparenting adalah dengan mengucapkan kalimat sugestif secara berulang-ulang kepada anak ketika otak anak sedang berada dalam gelombang alpha yaitu 8 sampai 12 Hz.

Saat anak dalam kondisi rileks atau istirahat, yang ditandai dengan mata mulai menutup dan mengantuk, maka kondisi tersebut adalah kondisi otak anak berada dalam gelombang alpha.

Orang tua dapat mengucapkan kalimat positif berisi arahan pada anak untuk melakukan perilaku yang positif saat kondisinya sedang mengantuk. Kalimat afirmatif positif ini bisa menjadi sugesti yang akan masuk dan direkam oleh alam bawah sadar.

Agar hypnoparenting berhasil, orang tua perlu menyusun kalimat yang baik dan mudah dicerna anak. Hindari pula susunan kalimat yang mengandung kata larangan seperti “tidak”, “jangan”, “tanpa” dan lain sebagainya.

Hindari menyampaikan sugesti dalam kondisi marah atau emosi yang tidak stabil. Untuk itu pastikan kondisi orang tua sudah tenang dan tidak lagi marah atau emosi.

Demikian pembahasan ringkas mengenai apa itu hypnoparenting beserta cara menerapkannya terhadap anak. Semoga bermanfaat untuk membimbing anak menjadi pribadi yang lebih baik. (DAP)