Inner Child dari Umur Berapa? Ini 4 Langkah Mengelolanya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inner child adalah suatu sifat dan kepribadian seseorang yang terbentuk melalui pengalaman masa kecil. Sejumlah orang mungkin masih belum mengetahui, inner child dari umur berapa. Surianti dalam Inner Child: Memahami dan Mengatasi Luka Masa Kecil menyebutkan bahwa inner child adalah suatu sikap kekanak-kanakan yang dimiliki seseorang berdasarkan pengalaman masa kecil. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu inner child, baca artikel ini sampai habis.
Inner Child dari Umur Berapa?
Inner child adalah suatu sifat atau kepribadian yang dimiliki seseorang berdasarkan pengalaman masa kecilnya. Lantas, inner child dari umur berapa? Pada dasarnya, inner child akan mulai terbentuk dari usia 5-7 tahun. Pada usia tersebut, anak-anak mulai menyimpan kenangan yang dimilikinya, baik itu bahagia atau buruk. Inner child sendiri terbentuk dari pengalaman buruk yang dirasakan oleh seorang anak dan membekas hingga dirinya dewasa. Kondisi ini umumnya akan memengaruhi perilaku seseorang dan caranya dalam mengambil keputusan. Itulah sebabnya, sebaiknya orang tua perlu memperhatikan pergaulan anaknya saat kecil dan menerapkan pola asuh yang baik.
Cara Mengelola Inner Child
Terdapat beberapa cara mengelola inner child yang bisa dilakukan oleh seorang anak atau orang tua, antara lain.
1. Berdamai dengan Diri Sendiri dan Masa Lalu
Salah satu cara mengelola inner child adalah berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu. Pasalnya, inner child cenderung membekas hingga seseorang beranjak dewasa. Untuk itu, dengan berdamai akan masa lalu bisa membuat seseorang menerima pengalaman yang pernah dilaluinya serta dapat membantunya untuk mengontrolnya.
2. Memaafkan
Cara mengelola inner child berikutnya adalah dengan berusaha memaafkan setiap hal yang menyakitinya pada masa kecil. Apabila sumber rasa sakit hadir dari orang tua, coba maafkan orang tua. Pahami bahwa orang tua melakukannya karena tidak sayang. Hal itu mungkin disebabkan oleh cara mengasuhnya yang keliru, sehingga bisa menyakiti hati seorang anak. Maka dari itu, sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh yang positif saat anak dalam masa pertumbuhannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya trauma masa kecil.
3. Memberikan Perhatian
Cara mengelola inner child yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memberikan perhatian kepada anak. Pada dasarnya, setiap anak membutuhkan perhatian yang cukup. Memberikan perhatian bisa dilakukan oleh orang tua dengan mendengarkan imajinasi anak dan memberikan cinta kasihnya dengan tulus.
4. Mengidentifikasi Sifat Inner Child yang Dimiliki
Cara mengelola inner child yang terakhir adalah dengan mengidentifikasi sifat kekanak-kanakan yang dimiliki oleh diri sendiri. Biasanya, mayoritas sifat kekanak-kanakan ini muncul akibat luka masa lalu yang sulit disembuhkan. Dengan mengidentifikasinya, seseorang akan lebih memahami kepribadiannya, sehingga dirinya bisa berupaya untuk mengelola dan menyembuhkannya. Demikian sederet informasi mengenai inner child dari umur berapa dan cara mengelolanya. [ENF]
