Konten dari Pengguna

Jenis-jenis Stressor yang Penting Diketahui untuk Dihindari

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis stressor. Sumber foto: pexels/energepic.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis stressor. Sumber foto: pexels/energepic.com.

Stres dapat berasal dari berbagai sumber berdasarkan jenisnya. Di mana hal ini juga memengaruhi cara penanganannya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis-jenis stressor sebagai langkah awal untuk mengelola stres dengan efektif. Simak selengkapnya berikut ini.

Jenis-Jenis Stressor

Ilustrasi jenis-jenis stressor. Sumber foto: pexels/MART PRODUCTION.

Menurut Greenberg dalam buku Keperawatan Jiwa karya A. Ghani, dkk, stressor adalah sesuatu yang berpotensi menimbulkan stres. Berikut adalah beberapa jenis stressor yang perlu diketahui.

1. Physiological Stressor

Physiological stressor umumnya dapat dipicu oleh respons tubuh terhadap kejadian tidak terduga, seperti kecelakaan.

Selain itu, kondisi kesehatan yang tidak terduga, seperti kehamilan, cedera, atau masalah kesehatan, dapat menjadi pemicu stres fisik.

2. Lifestyle Stressor

Gaya hidup sehari-hari, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dapat menjadi sumber stres.

Rutinitas yang berulang dan tidak sehat dapat memberikan dampak negatif pada tubuh dan pikiran.

3. Major Life Event Stressor

Perubahan besar dalam hidup, baik positif maupun negatif, seperti pernikahan, kelahiran anak, atau kehilangan pekerjaan, dapat menyebabkan timbulnya stres.

4. Organizational Stressor

Tekanan dari lingkungan organisasi, rekan kerja, atasan, atau deadline tugas, dapat menjadi penyebab stres.

Dalam hal ini, manajemen waktu dan keterampilan interpersonal dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

5. Financial Stressor

Masalah finansial, seperti kekhawatiran akan keamanan finansial atau mengurus administrasi keuangan, dapat menciptakan stres pada diri seseorang.

Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan membuat pengelolaan anggaran dan perencanaan keuangan yang tepat.

6. Social Stressor

Kesehatan sosial yang kurang, konflik interpersonal, atau perasaan kesepian dapat menjadi sumber stres.

Dalam hal ini, mempertahankan hubungan positif dan membangun dukungan sosial dapat membantu mengatasinya.

7. Environmental Stressor

Contoh environmental stressor, antara lain kemacetan atau bencana alam di luar kendali individu.

Mengembangkan strategi untuk mengelola reaksi terhadap situasi lingkungan yang tidak dapat diubah dapat diterapkan untuk membantu mengatasi jenis stress ini.

8. Stressor Psikologi

Banyak peristiwa yang dapat membuat psikologis seseorang menjadi tidak nyaman dan merasa terganggu. Contohnya patah hati, kehilangan orang tercinta, gagal dalam mencapai impian atau cita-cita, dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan singkat tentang jenis-jenis stressor yang penting untuk diketahui.

Dengan mengetahui jenis-jenis stressor di atas, setiap orang dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. (DAI)