Kenali Ciri-Ciri Sosiopat beserta Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosiopat adalah salah satu jenis gangguan kepribadian. Ciri-ciri sosiopat sebenarnya bisa ditemui juga pada orang yang tidak mengidap gangguan ini. Namun, yang membedakan dapat terlihat dari konsistensi melakukan perilaku buruk tersebut.
Dikutip dari situs Webmd, sosiopat adalah gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Pengidap sosiopat tidak memiliki rasa empati serta tidak dapat menghargai hak dan perasaan orang lain.
Menurut sejumlah ahli, gangguan kepribadian ini kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti tidak mendapatkan pola asuh yang baik, korban kekerasan, atau korban trauma masa kecil lainnya.
Ciri-Ciri Sosiopat
Dikutip dari situs Healthline, sebenarnya tidak ada standar baku perihal perilaku sosiopat. Namun, ciri-ciri sosiopat dapat terlihat dari perilaku menyakiti atau tidak menghargai orang lain secara konsisten. Berikut ini penjelasannya:
1. Menghiraukan Norma dan Hukum
Salah satu ciri-ciri sosiopat bisa ditandai oleh perilaku yang menghiraukan norma dan hukum. Pengidap sosiopat mungkin bisa mencuri, melakukan kekerasan kepada orang lain, bolos sekolah, merusak fasilitas umum, atau tindakan kriminal lainnya.
2. Tidak Bisa Bertanggung Jawab
Pengidap sosiopat tidak bisa menjalani kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, seperti bayar uang cicilan, mengerjakan pekerjaan sekolah atau kantor.
3. Sering Berkelahi
Pengidap sosiopat tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Oleh sebab itu, mereka bisa dengan mudahnya berkelahi atau berkonflik dengan orang lain.
4. Suka Melakukan Penipuan
Mereka akan melakukan segala cara untuk mewujudkan keinginannya, termasuk melakukan penipuan. Penipuan yang dilakukannya, antara lain memakai identitas palsu atau memanfaatkan orang lain dengan cara membohonginya.
5. Merasa Semua Tindakannya Benar
Meskipun telah melanggar hukum atau menyakiti orang lain, pengidap sosiopat tidak merasa bersalah atau menyesal dengan perbuatannya. Mereka justru merasa tindakannya adalah benar.
Cara Mengatasinya
Pengidap sosiopat tidak menyadari diri mereka memiliki gangguan kepribadian. Oleh sebab itu, orang-orang di sekitarnya memiliki peran penting untuk melihat ciri-ciri sosiopat pada seseorang.
Ketika orang terdekatnya mencurigai ciri-ciri sosiopat pada keluarga atau temannya, disarankan untuk segera membujuknya ke dokter jiwa atau psikiater agar bisa mendapat penanganan yang tepat.
Dokter mungkin akan menyarankan sejumlah psikoterapi dan obat-obatan sesuai dengan hasil diagnosis.
Psikoterapi yang mungkin disarankan, antara lain terapi perilaku kognitif, terapi berbasis mentalisasi, terapi komunitas, atau terapi manajemen kontingensi.
Sementara, obat-obatan yang mungkin diresepkan, yaitu obat antipsikotika, antidepresan (penstabil suasana hati), atau antikonvulsan untuk pengendalian diri. (Tp)
