Love Curving: Definisi, Ciri-ciri, dan Dampaknya bagi Manusia

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Love curving merupakan salah satu istilah baru dalam dunia percintaan. Makna dari love curving adalah penolakan secara halus yang membuat seseorang tidak merasa atau tidak menyadari bahwa dirinya ditolak.
Kondisi seperti itu dapat terjadi karena orang yang melakukan love curving melakukan tarik-ulur dalam hubungan sehingga setiap pesan tampak ambigu. Salah satu contohnya bila ada seseorang yang menolak, tetapi pada sisi lain orang tersebut seolah memberi peluang.
Simak pembahasan mengenai definisi dan ciri-ciri love curving dalam ulasan berikut ini.
Definisi Love Curving
Seiring dengan perkembangan zaman, istilah di dunia percintaan pun semakin beraneka ragam. Salah satu istilah baru dalam dunia percintaan adalah love curving yang merupakan tindakan penolakan secara halus.
Love curving adalah penolakan secara halus terhadap perasaan cinta seseorang. Namun, orang yang memberi cinta tersebut tidak merasa ditolak atau tidak menyadari bahwa dirinya sudah ditolak.
Tindakan tersebut bukan karena orang yang mencintai terlalu percaya diri, melainkan pelaku love curving memang sengaja melakukan tindakan seperti itu. Pada satu sisi, orang yang melakukan love curving tampak enggan menerima cinta dari orang lain.
Namun, pada sisi yang lain, pelaku love curving sengaja menarik simpati orang yang mencintainya seolah memberi peluang.
Ciri-Ciri Love Curving
Ciri-ciri love curving, yaitu:
Tidak membalas interaksi dari orang yang mencintainya dalam waktu lama. Ketika membalas, pelaku love curving cenderung memberi alasan yang tidak masuk akal.
Kerap berusaha menarik simpati dari orang yang mencintainya, misalnya meminta maaf atau membuat seseorang merasa bersalah kepadanya.
Sering mengajak bertemu, tetapi sering juga membatalkan secara tiba-tiba.
Kerap memainkan perasaan orang yang mencintainya. Misalnya bilang tidak ingin menjalin hubungan dan tidak memiliki perasaan, tetapi tidak mau kehilangan.
Perilaku seperti itu jelas menandakan bahwa seseorang tidak serius. Mengutip dari buku Cinta Adalah.. Sebuah Keajaiban!, Pranata dan Anang (2014: 76), salah satu ciri yang dilakukan oleh pasangan yang tidak serius adalah pasangan tersebut terkesan tidak perhatian terhadap pasangan dan ogah-ogahan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Dampak Love Curving
Setelah mengetahui definisi serta ciri dari love curving, jelas bahwa perilaku tersebut bisa menimbulkan dampak bagi orang yang menerimanya. Beberapa dampak bagi orang yang menerima perlakuan love curving, yaitu:
Merasa mencintai sendirian.
Merasa energi mencintainya sudah habis karena tidak pernah mendapat kepastian.
Menimbulkan trauma untuk jatuh cinta lagi karena khawatir mencintai orang yang salah.
Menimbulkan krisis kepercayaan terhadap calon pasangan atau pasangan di masa depan.
Merasa rendah diri akibat mendapat perlakuan yang tidak pantas, seperti dimanfaatkan, diacuhkan, dan tidak diberi kepastian.
Kesimpulannya, love curving adalah hal yang perlu dihindari agar tidak terjebak dalam hubungan tidak sehat.
Pasalnya, love curving juga bisa menimbulkan beragam efek negatif, seperti rasa lelah secara emosional yang memicu stres. (AA)
