Konten dari Pengguna

Lupa Menurut Psikologi dan Penyebabnya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lupa menurut psikologi. Sumber: pexels.com/EdwardJenner.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lupa menurut psikologi. Sumber: pexels.com/EdwardJenner.

Lupa menurut psikologi merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari. Lupa adalah kejadian biasa dalam masyarakat namun penyebabnya sangat beragam.

Dalam kehidupan sehari-hari, lupa merupakan alasan yang sering dipilih karena tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Namun, ilmu psikologi dapat menjelaskan banyak hal, terutama tentang penyebabnya.

Lupa Menurut Psikologi

Ilustrasi lupa menurut psikologi. Sumber: pexels.com/shvetsa.

Dikutip dari Knowledge Management: Strategi Mengelola Pengetahuan agar Unggul di Era Disrupsi, Bobby Andre Andhara dan Kawan-kawan (2018:17), arti lupa dalam istilah psikologi adalah kegagalan memanggil informasi.

Proses berjalannya memori pada manusia terdiri dari encoding, storage dan retrieval. Retrieval yang gagal dilakukan menyebabkan apa yang tersimpan dalam storage tidak bisa dikeluarkan. Itulah yang disebut lupa.

Penyebab lupa menurut psikologi ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

1. Merupakan Memori Jangka Pendek

Memori ada 3 macam, yaitu sensory memory yang hanya bertahan 1/4 detik, short-term memory yang bertahan hingga 30 detik dan long-term memory yang bisa bertahan lama.

Ketidakmampuan mengingat bisa disebabkan oleh memori jangka pendek yang belum atau tidak dimasukkan ke long-term memory. Banyak aktivitas sehari-hari yang tidak terlalu bermakna atau terlalu rutin sehingga menjadi sensory memory.

2. Masuknya Informasi Baru

Dalam teori interference, lupa dapat terjadi bukan karena hilangnya memori, melainkan karena ada informasi baru yang masuk sehingga mengganggu memori lain yang suatu saat akan berusaha diingat.

Contohnya, ketika seseorang akan bicara dengan orang lain tapi tiba-tiba diinterupsi oleh seseorang yang lain lagi sehingga orang pertama lupa apa yang akan disampaikannya kepada orang kedua.

3. Jarang Digunakan

Dalam teori decay diungkapkan bahwa memori yang lama atau jarang dipakai akan pudar. Ketika informasi masuk ada neurochemical yang terbentuk. Seiring dengan waktu, neurochemical tersebut akan perlahan hancur dan memorinya tidak bisa diingat kembali.

4. Diusahakan oleh Individu yang Bersangkutan

Kadang, karena terlalu menyakitkan, seseorang dengan sengaja berusaha menghilangkan suatu memori. Ini tepatnya bukan lupa tapi melupakan. Dalam psikologi disebut motivated foregetting.

5. Amnesia

Amnesia adalah kehilangan memori secara medis. Umumnya amnesia disebabkan oleh cedera parah, sakit keras, stres berat atau pengaruh obat yang keras.

Lupa menurut psikologi memiliki banyak dimensi. Meski sering membuat kesal, alasan lupa hanya berarti satu hal dalam masyarakat, yaitu tidak ingat. (lus)

Baca juga: 4 Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi yang Perlu Diketahui