Konten dari Pengguna

Macam-macam Pola Asuh beserta Efeknya terhadap Karakter Anak

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi macam-macam pola asuh, sumber foto: Yan Krukau by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi macam-macam pola asuh, sumber foto: Yan Krukau by pexels.com

Parenting style atau pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Macam-macam pola asuh orang tua sendiri terbagi menjadi empat, yaitu otoriter, permisif, otoritatif, dan neglectful.

Pola asuh yang diterapkan dengan cara yang tepat tentu akan berdampak baik bagi kepribadian anak. Sehingga para orang tua perlu memahami konsep parenting serta efeknya terhadap anak secara lengkap.

Dikutip dari buku Memahami Individu Melalui Psikologi Perkembangan karya Khodijah Fatin, Khofifah Indah Rahmawati, dan Khoirul Huda Romadhoni, di bawah ini ada beberapa macam pola asuh orang tua.

Macam-macam Pola Asuh

Ilustrasi macam-macam pola asuh, sumber foto: Pavel Danilyuk by pexels.com

Setiap orang tua perlu mengetahui macam-macam pola asuh dan menetapkan jenis pola asuh yang tepat untuk menjaga kesehatan mental anak. Berikut ada empat macam pola asuh yang bisa dipelajari secara lebih dalam.

1. Pola Asuh Otoritatif

Pola asuh otoritatif sering disebut sebagai pola asuh demokrasi. Karena pola asuh ini termasuk jenis pola asuh yang positif dan baik untuk perkembangan anak.

Sebenarnya, pola asuh ini lebih memperhatikan dan menghargai kebebasan pada anak, namun tidak mutlak. Berikut beberapa efek dari pola asuh otoritatif:

  • Anak menjadi lebih mudah bekerja sama dengan orang lain.

  • Memiliki kesehatan mental yang baik.

  • Mudah berinteraksi dengan orang lain.

2. Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang bersifat pemaksaan, keras, dan mendesak anak untuk mengikuti perintah yang dibuat orang tua. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini memiliki tingkat responsivitas yang cukup rendah dan kontrol yang sangat tinggi.

Efek pola asuh otoriter terhadap kehidupan anak antara lain:

  • Anak menjadi sulit untuk mengambil keputusan sendiri.

  • Tidak berani mengungkapkan pendapat.

  • Selalu takut salah.

  • Merasa rendah diri dan tidak bisa mandiri.

3. Pola Asuh Permisif

Selanjutnya ada pola asuh permisif yang juga dikenal sebagai gaya pengasuhan memanjakan. Pola asuh ini ditujukkan dengan adanya kecenderungan sikap yang melonggarkan pada anak, sehingga anak tidak diberikan banyak aturan bahkan bimbingan.

Beberapa efek dari penerapan pola asuh ini antara lain:

  • Kurang memiliki rasa percaya diri.

  • Suka memberontak.

  • Kurang bisa mengendalikan diri sendiri dan lebih impulsif.

4. Pola Asuh Neglectful

Terakhir pola asuh neglectful, di mana tidak ada batasan yang tegas terhadap anak dan tidak memperhatikan kebutuhan anak. Efeknya pada kehidupan anak yaitu:

  • Kurang merasa percaya diri dan cenderung merasa rendah diri.

  • Sulit mengatur emosi sendiri dan terlihat tidak bahagia.

Ada empat macam-macam pola asuh orang tua terhadap anak lengkap dengan efeknya. Setiap orang tua tentu perlu mengetahui pola asuh tersebut dan menentukan pola asuh yang tepat demi kesehatan mental anak. (DSI)