Konten dari Pengguna

Memahami Apa Itu Halo Effect Lengkap dengan Contohnya

info psikologi
Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
28 Mei 2023 23:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi halo effect. Sumber foto: Pexels/cottonbro studio.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi halo effect. Sumber foto: Pexels/cottonbro studio.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Halo effect adalah asumsi atau penilaian seseorang terhadap kesan pertama yang ditampilkan.
ADVERTISEMENT
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali manusia terjebak dalam memberikan penilaian atau menilai seseorang atau sesuatu berdasarkan informasi terbatas yang dimiliki.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai "Halo Effect" atau Efek Kilau. Untuk mengetahui tentang apa itu Halo Effect, mengapa itu terjadi, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Halo Effect?

Ilustrasi halo effect. Sumber foto: Pexel
Halo Effect adalah kecenderungan seseorang untuk mempengaruhi penilaian objektifnya terhadap individu atau objek berdasarkan kesan awal yang dimiliki.
Dikutip dari buku Komunikasi Budaya dan Dokumentasi Kontemporer karya Moh Faidol Juddi halaman 295 halo effect membuat individu membentuk asumsi tentang suatu hal berdasarkan informasi-informasi yang menonjol dari seseorang. Hal tersebut, dikarenakan kurangnya informasi-informasi yang diterima. Akibatnya individu tersebut akan mengabaikan informasi yang relevan.
ADVERTISEMENT
Dalam konteks sosial, efek ini terjadi ketika seseorang secara tidak sadar membiarkan satu aspek positif atau negatif mengaburkan pandangannya secara keseluruhan terhadap seseorang atau sesuatu.

Mekanisme Halo Effect

Halo Effect terjadi karena manusia cenderung menggunakan kecerdasannya dalam cara yang efisien. Daripada mengevaluasi setiap aspek individu secara terpisah, seseoranh sering kali menggunakan kesan pertama yang didapatkan sebagai representasi keseluruhan.
Misalnya, jika menemukan seseorang yang tampak menarik secara fisik, seseorang cenderung berasumsi bahwa mereka juga memiliki sifat-sifat yang baik. Misal: kecerdasan atau kepribadiannya.

Contoh-Contoh Halo Effect

1. Halo Effect dalam Konteks Fisik

Contoh paling umum dari Halo Effect adalah dalam konteks penilaian fisik.
Misalnya, seorang aktris atau aktor yang memiliki penampilan menarik seringkali dilihat sebagai orang yang berbakat dan memiliki kemampuan akting yang luar biasa, meskipun itu belum tentu benar.
ADVERTISEMENT
Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki penampilan fisik yang menarik mungkin secara tidak adil dianggap kurang kompeten atau tidak menarik secara sosial, meskipun mereka memiliki kualitas yang hebat di bidang lain.

2. Halo Effect dalam Konteks Profesional

Halo Effect juga dapat mempengaruhi penilaian seseorang terhadap individu dalam lingkungan kerja.
Misalnya, jika seseorang dikenal sebagai pemimpin yang karismatik dan energik, seseorang cenderung mengasumsikan bahwa mereka juga kompeten dalam pengambilan keputusan dan keterampilan managerial.
Ini bisa menyebabkan kesalahan dalam memilih pemimpin yang sesuai berdasarkan penilaian yang terlalu dipengaruhi oleh kesan pertama.

3. Halo Effect dalam Konteks Merek

Halo Effect juga dapat ditemukan dalam penilaian terhadap merek. Misalnya, jika merek A dikenal karena produk yang berkualitas, seseorang cenderung berasumsi bahwa semua produk dari merek tersebut juga akan berkualitas tinggi.
ADVERTISEMENT
Ini dapat membuat seseorang tidak kritis dalam mempertimbangkan produk lain yang mungkin lebih baik secara keseluruhan.
Halo Effect adalah fenomena psikologis yang mempengaruhi penilaian subjektif seseorang terhadap individu atau objek. Memahami efek ini penting untuk menjadi penilai yang lebih objektif dan berhati-hati dalam membuat kesimpulan. (dai)