Mengenal 7 Contoh Strict Parents dan Dampaknya terhadap Anak

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strict parents adalah orang tua yang kerap menuntut anak dengan standar tinggi. Dalam kehidupan, ada banyak contoh strict parents.
Tidak selamanya strict parents atau orang tua yang tegas itu buruk. Namun, tidak semua perilaku strict parents memiliki dampak yang baik bagi anak.
7 Contoh Strict Parents
Mengutip dari laman Parenting for Brain (Li, May 2023), ada banyak alasan orang tua memilih untuk bersikap tegas kepada anak, salah satunya yakni orang tua memiliki harapan tinggi terhadap anaknya sehingga mengajari anak secara disiplin dan bertanggung jawab.
Orang tua seperti itu kerap bertindak tegas dan suka mengontrol karena takut jika anaknya melakukan kesalahan. Tindakannya tersebut dikenal sebagai strict parents, adapun tujuh contoh strict parents, yaitu:
1. Sangat Membatasi, tetapi Tidak Memberi Penjelasan
Contoh pertama dari strict parents yang tidak baik adalah sangat membatasi anak, tetapi tidak memberi penjelasan tentang alasan dirinya memberi batasan itu. Hal ini dapat memicu pertanyaan dalam diri anak dan membuatnya ingin berontak.
2. Banyak Menuntut, tetapi Tidak Memberi Respons
Orang tua yang banyak menuntut, tetapi tidak memberi respon ketika anak membutuhkan saran atau teman diskusi juga termasuk strict parents yang tidak baik. Kondisi itu dapat membuat anak menjadi bingung dan merasa hanya berjuang sendirian.
3. Suka Memberikan Ancaman
Contoh lainnya adalah suka memberikan ancaman kepada anak. Hal ini dapat membuat anak merasa takut dan merasa serba salah.
4. Tidak Segan Memberikan Hukuman
Strict parents juga seringkali tidak segan untuk memberi hukuman, terutama hukuman fisik. Biasanya, orang tua seperti itu yang lebih sering memberikan hukuman daripada memberikan penjelasan untuk mendisiplinkan anak.
5. Jika Salah, Tidak Pernah Minta Maaf
Orang tua yang terlampau strict juga enggan minta maaf meskipun dirinya salah. Pasalnya, orang tua seperti itu memiliki sisi egois yang menganggap dirinya lebih baik daripada anak.
6. Tidak Pernah Memberi Ruang Berpendapat
Orang tua strict tidak pernah memberi ruang berpendapat. Tindakan ini dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang terkekang dan mudah marah sebab tidak dapat mengemukakan pendapatnya.
7. Tidak Pernah Mendengarkan Anak
Contoh selanjutnya dari perilaku strict parents adalah tidak pernah mendengarkan anak sebab menganggap bahwa anak adalah kendalinya. Selain itu, anak juga tidak dianggap sebagai seorang individu yang mempunyai hak untuk didengarkan.
Dampak Strict Parents terhadap Perkembangan Anak
Setelah menyimak tujuh contoh strict parents yang tidak baik dalam pembahasan di atas, setiap orang tentu telah memiliki gambaran mengenai dampak strict parents terhadap perkembangan anak. Beberapa dampaknya antara lain:
Anak menjadi tidak bahagia;
Anak dapat mengalami masalah perilaku;
Anak dapat mempelajari dan meniru perilaku orang tuanya;
Secara tidak langsung, anak dapat belajar menjadi lebih memberontak;
Anak dapat melarikan diri; dan sebagainya.
Mengutip dari buku Mengkomunikasikan Moral Kepada Anak karya Wahyuning, dkk. (2003: 49), komunikasi yang baik membantu anak dan orang tua mengembangkan sebuah keyakinan, sebuah perasaan merasa berarti, dan hubungan yang baik dengan orang lain.
Oleh karena itu, orang tua perlu untuk melakukan komunikasi yang baik dengan anak, tidak hanya sekadar melarang atau memerintah sehingga bisa menghindari dampak buruk pengasuhan strict parents. (AA)
