Konten dari Pengguna

Mengenal ADHD dalam Psikologi, Gejala, dan Cara Mengatasinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu ADHD dalam psikologi. Sumber: cottonbro studio/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu ADHD dalam psikologi. Sumber: cottonbro studio/pexels.com

Apa itu ADHD dalam psikologi? ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah salah satu jenis gangguan mental yang menyebabkan penderitanya menjadi sulit fokus dan mudah kehilangan konsentrasi.

Menurut Sayal, Daley, Ford, dan Coghill dalam ADHD in Children and Young People: Prevalence, Care Pathways, and Service Provision menyebutkan bahwa ADHD sangat rentan terjadi pada anak-anak.

Untuk mengetahui beberapa informasi tentang apa itu ADHD dalam psikologi, baca artikel ini sampai habis.

Apa itu ADHD dalam Psikologi?

Ilustrasi apa itu ADHD dalam psikologi. Sumber: Luna Lovegood/pexels.com

Beberapa orang mungkin masih awam dengan apa itu ADHD dalam psikologi. Nah, ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan perkembangan saraf seseorang, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas motoriknya.

ADHD termasuk jenis gangguan mental yang banyak dialami anak-anak. Seseorang yang mengidap ADHD akan sulit mendapatkan fokus, hiperaktif, dan menjadi impulsif.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan ADHD, seperti cedera otak, faktor keturunan, kelahiran prematur, paparan zat kimia, hingga kurangnya perhatian orang tua. Untuk itu, orang tua perlu memperhatikan perkembangan anak dengan baik.

Gejala ADHD

Gejala ADHD terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu sebagai berikut:

1. Dominan Inatentif

Pada ADHD dominan inatentif, terdapat beberapa gejala yang kerap muncul, seperti sulit fokus saat membaca dan berbicara, sering mengabaikan detail, hingga mudah kehilangan konsentrasi ketika mendengarkan seseorang.

2. Dominan Hiperaktif-Impulsif

Pada jenis ADHD dominan hiperaktif-impulsif, terdapat sejumlah tanda-tanda yang biasa dirasakan oleh penderita.

Adapun tanda-tanda ADHD dominan hiperaktif-impulsif adalah tak bisa duduk diam, mudah gelisah, berlari di tempat yang tidak sesuai, mudah bosan dan marah, hingga tidak sabaran.

3. Kombinasi Inatentif dan Hiperaktif-impulsif

Gejala yang timbul pada jenis ADHD yang terakhir adalah kombinasi dari inatentif dan hiperaktif-impulsif. Pada jenis ADHD ini, seorang penderita akan kehilangan konsentrasinya, bersikap hiperaktif, sekaligus impulsif.

Cara Mengatasi ADHD

Sebagai salah satu bentuk gangguan kesehatan mental, ADHD tentu sangat mengganggu seseorang, terlebih lagi jika menyerang anak-anak yang masih ada dalam masa pertumbuhan.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi ADHD yang bisa dilakukan.

  • Mengonsumsi obat penenang yang diberikan oleh dokter. Obat ini untuk membantu mengurangi sikap impulsif dan hiperaktif.

  • Orang tua perlu memperhatikan pola asuhnya, karena bisa berdampak pada perilaku anak.

  • Melakukan terapi CBT untuk membantu mengurangi pikiran negatif pada pengidap ADHD.

Demikian sederet informasi mengenai apa itu ADHD dalam psikologi, gejala, dan cara mengatasinya dengan tepat. [ENF]