Konten dari Pengguna

Mengenal Arti Gaslighting dalam Hubungan Percintaan

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilistrasi arti gaslighting dalam hubungan. Sumber foto pexels:Leah Kelley.
zoom-in-whitePerbesar
Ilistrasi arti gaslighting dalam hubungan. Sumber foto pexels:Leah Kelley.

Arti gaslighting dalam hubungan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk manipulasi emosional yang terjadi dalam hubungan percintaan.

Hal ini disebabkan oleh salah satu pasangan yang berusaha untuk mengacaukan persepsi dan realitas mental pasangannya.

Berikut penjelasan lengkap tentang gaslighting.

Arti Gaslighting Dalam Hubungan

Ilustrasi arti gaslighting dalam hubungan. Sumber foto: pexels/Gustavo Fring.

Dikitip dalam buku Bukan Pernikahan Impian: Eternity Publishing karya Fabby Alvaro, gaslighting adalah pelecehan emosional terselubung di mana pelaku berusaha menyesatkan korban.

Istilah gaslighting berasal dari drama tahun 1938 berjudul "Gas Light," yang kemudian diadaptasi menjadi film pada tahun 1944.

Dalam cerita tersebut, seorang suami secara sistematis berusaha untuk membuat istrinya meragukan kewarasan dan realitasnya dengan memanipulasi lingkungan mereka.

Dalam hubungan percintaan, gaslighting dapat berupa tindakan dan pernyataan yang bertujuan untuk meragukan kewarasan, ingatan, atau persepsi pasangan.

Manipulasi ini dilakukan secara terus-menerus dan bertahap, sehingga korban gaslighting merasa bingung, takut, tidak berdaya, dan kehilangan keyakinan diri.

Gaslighting dapat memiliki dampak yang serius pada kesehatan emosional dan psikologis korban, serta dapat menyebabkan hubungan menjadi toksik dan tidak sehat.

Ciri-Ciri Gaslighting

Berikut adalah beberapa ciri-ciri gaslighting dalam hubungan percintaan:

1. Penyangkalan dan Pemutarbalikan Fakta

Pasangan yang melakukan gaslighting sering kali akan menyangkal pernyataan atau tindakan yang telah mereka lakukan, meskipun telah dihadapkan dengan bukti yang jelas.

Mereka juga dapat memutarbalikkan situasi untuk menempatkan diri mereka sebagai korban.

2. Membuat Korban Merasa Salah

Gaslighter akan dengan sengaja menyebabkan perasaan bersalah pada pasangannya, terutama setelah berusaha menyampaikan kekhawatiran atau ketidaksetujuan mengenai perilaku mereka.

3. Mengubah Narasi

Mereka dapat memanipulasi cerita dan fakta untuk membuat pasangan meragukan ingatan mereka sendiri. Sehingga membuat korban merasa tidak yakin tentang apa yang sebenarnya terjadi.

4. Menyebabkan Isolasi Sosial

Gaslighter cenderung mengisolasi pasangannya dari keluarga dan teman-teman. Membuat korban lebih tergantung pada mereka secara emosional dan lebih mudah untuk dimanipulasi.

5. Penghinaan dan Pengecilan

Pasangan yang melakukan gaslighting sering kali akan menghina dan meremehkan perasaan serta pendapat pasangan. Sehingga membuat korban merasa tidak berharga dan meragukan diri mereka sendiri.

6. Penggunaan Kebohongan dan Tipu Muslihat

Gaslighter dapat menggunakan kebohongan dan tipu muslihat untuk memperkuat manipulasi mereka. Sehingga semakin sulit bagi pasangan untuk membedakan antara realitas dan pemalsuan.

Dampak gaslighting dalam hubungan percintaan bisa sangat merusak. Korban gaslighting seringkali mengalami penurunan kepercayaan diri, kebingungan, dan gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. (DAI)