Mengenal Bullying Relasional yang Sering Dialami Remaja

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bullying relasional adalah tindakan perundungan dengan bentuk pengucilan atau pengabaian yang sering dialami para remaja. Sedangkan, arti bullying sendiri merupakan sebuah bentuk kekerasan atau intimidasi secara sengaja kepada individu tertentu.
Remaja termasuk usia yang sangat rentan terhadap kasus bullying dan ini bisa juga termasuk bentuk bullying relasional. Biasanya, praktik perundungan saat remaja melibatkan tiga hal, seperti pengulangan, ketidakseimbangan kekuatan, dan perilaku agresif.
Simak penjelasan ini untuk mengetahui bullying relasional secara lebih lengkap.
Mengenal Bullying Relasional
Umumnya, bullying relasional akan dialami oleh para remaja dalam lingkungan sekolahnya bahkan bisa juga dalam dunia maya.
Dikutip dari buku berjudul Bunuh Diri karya Hardi Fardiansyah, Yuldensia Avelina, dan Nanda Dwi Rizkia, ini dia penjelasan lengkap tentang bullying relasional yang sering kali dialami remaja generasi Z.
1. Pengertian Bullying Relasional
Bullying relasional masih berhubungan dengan pola hubungan sosial dengan teman sebaya. Tindakan ini akan terjadi ketika pelaku memperlakukan korban berbeda dengan yang lainnya secara sosial.
Biasanya, pelaku akan mengucilkan, menelantarkan, dan mengasingkan korban secara sengaja dan tidak diakui secara sosial. Banyak anak remaja zaman sekarang yang sering mengalami bullying tipe ini.
Apalagi ramainya media sosial membuat orang lain lebih gampang untuk melakukan tindakan bullying. Dampak yang dihasilkan secara tidak langsung juga sama dengan perundungan di dunia nyata.
2. Dampak Bullying pada Remaja
Ada berbagai dampak bullying yang akan dirasakan oleh anak remaja, antara lain :
Dampak fisik yang dapat terjadi adalah masalah gangguan fisik karena adanya kekerasan fisik terhadap korban. Ini seperti luka atau memar karena tonjokan dan penyebab lainnya.
Dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh korban bullying, yaitu muncul berbagai masalah, seperti cemas, stres, depresi, dan harga diri rendah. Lama-kelamaan, psikologis korban akan terganggu.
Korban bullying akan lebih sering murung, pendiam, menarik diri, dan membatasi hubungan sosial dengan orang lain.
Korban bullying bahkan bisa mengalami kemunduran konsep diri, seperti hilangnya rasa percaya diri, rasa khawatir, atau bahkan mengalami masalah kesehatan fisik.
Selain korban, pelaku bullying juga dapat mengalami masalah, seperti ketidakmampuan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan tidak mampu mengendalikan emosi.
Bullying relasional memang perlu penanganan khusus agar kasusnya tidak semakin menjadi-jadi dan merusak mental remaja. Orang tua juga memiliki peran yang begitu penting dalam menangani dan mencegah adanya kasus ini. (DSI)
