Mengenal Butterfly Hug untuk Menjaga Kestabilan Emosi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Butterfly hug atau sering disebut teori kupu-kupu merupakan stimulasi yang dapat dilakukan dengan mandiri atau tanpa bantuan orang lain.
Dikutip dari buku Butterfly Hug karya Tenni Purwanti, jika dilakukan dengan benar, teori butterfly hug dapat memberikan efek ketenangan secara instan tanpa menggunakan obat.
Teknik-teknik seperti ini sering digunakan sebagai metode terapi pada orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan.
Manfaat Butterfly Hug
Seseorang yang dilanda kecemasan biasanya akan mengalami beberapa hal yang tidak mengenakkan atau berada dalam situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman. Contohnya adalah munculnya perasaan takut, gugup, ragu-ragu, panik, marah, salah mengambil keputusan, dan lain sebagainya.
Fungsi utama daripada butterfly hug adalah untuk meminimalisir sekaligus mencegah permasalahan-permasalahan seperti itu.
Berikut adalah beberapa manfaat butterfly hug yang bisa dijadikan sebagai info tambahan atau pertimbangan dalam melakukan terapi.
Dapat mengontrol rasa cemas yang berlebihan
Meminimalisir gangguan stress
Lebih piawai dalam mengendalikan emosi dirinya
Mampu memahami emosi orang lain
Meningkatkan kepercayaan diri
Membuat tubuh lebi rileks
Dapat mengatur pikiran
Cara Mempraktikkan Teori Butterfly Hug
Cara melakukan butterfly hug tergolong mudah dan tidak membutuhkan peralatan apapun. Berikut adalah berbagai tahapan untuk menerapkan teori butterfly hug.
Carilah tempat yang aman dan nyaman agar proses terapi butterfly hug bisa berjalan optimal
Silangkan kedua tangan di depan dada. Atur posisi senyaman mungkin.
Tutup mata sambil mengatur nafas agar stabil dan nyaman. Setelah itu fokuskan pikiran kepada apa yang ingin kita tuju. Misal ingin mengontrol rasa cemas yang berlebih, pikirkan dan bayangkan segala sesuatu yang sekiranya membuat kita merasa tenang, aman, dan nyaman.
Lakukan gerakan tepuk menepuk secara perlahan-lahan. Gerakannya menyerupai kupu-kupu terbang. Lakukan gerakan tepuk-tepuk menenangkan ini selama kurang lebih 30 menit.
Sambil menepuk-nepuk ambil nafas dari perut sambil membayangkan semua yang ada di sekitar. Termasuk apa yang dirasakan secara fisik maupun emosional.
Bayangkan semua perasaan dan emosi yang muncul melewati diri kita seperti awan. Ajaklah pikiran kita untuk menyadari bahwa perasaan-perasaan tersebut memang ada dan kita tidak perlu mengubahnya.
Berhentilah melakukan gerakan tersebut ketika perasaan sudah mulai merasa tenang dan membaik.
Itulah teori butterfly hug yang dapat dipraktikkan dengan mudah serta mempunyai beberapa manfaat untuk ketenangan. (DAI)
