Mengenal Claustrophobia Sebagai Rasa Cemas Berlebih

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dikutip dari buku Hypnotherapy oleh Adi W. Gunawan, claustrophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap tempat tertutup, terutama ruangan yang sempit atau kecil.
Pada umumnya, perempuan lebih rentan terkena claustrophobia. Selain itu, adanya riwayat keluarga yang pernah mengalami claustrophobia juga bisa menjadi faktor munculnya claustrophobia pada seseorang.
Simak penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan claustrophobia pada artikel ini.
Penyebab Claustrophobia
Sebenarnya, belum ada penjelasan yang pasti mengapa seseorang bisa terkena claustrophobia. Namun, umumnya orang yang mengalami rasa takut ini pernah mengalami suatu peristiwa traumatis di masa lalu atau masa kecil.
Beberapa kejadian traumatis tersebut, antara lain:
Turbulensi parah saat berada di pesawat terbang.
Terjebak di dalam ruangan tertutup dan sempit untuk waktu yang tidak sebentar.
Mendapat hukuman dikunci di dalam ruang sempit, seperti kamar mandi.
Terkunci di sebuah ruang sempit dalam waktu yang lama.
Tak hanya itu, orang yang mempunyai fobia lain dan memiliki riwayat keluarga yang pernah terkena claustrophobia juga bisa menjadi salah satu faktor pendukung dari claustrophobia.
Gejala Claustrophobia
Perlu diketahui bahwa setiap orang yang mengidap claustrophobia biasanya akan menunjukkan gejala yang berbeda. Gejala yang dialami dapat berlangsung selama 5 sampai 30 menit lamanya.
Adapun gejala yang umumnya muncul ketika seseorang mengalami claustrophobia, di antaranya:
1. Gejala Fisik
Gejala fisik yang dapat muncul pada penderita claustrophobia, yaitu:
Susah bernapas.
Nyeri dada.
Mual.
Menggigil.
Mulut kering.
Linglung.
Telinga berdenging.
Mati rasa.
Kesemutan.
Pusing.
Sakit perut.
Detak jantung semakin cepat.
2. Gejala Mental
Tak hanya menimbulkan gejala fisik, claustrophobia juga membuat penderitanya menunjukkan beberapa gejala mental. Di antaranya, yaitu:
Perasaan cemas berlebih.
Takut pingsan.
Takut lepas kendali.
Susah mengendalikan rasa takut.
Takut kehilangan nyawa.
Selanjutnya, apabila claustrophobia terjadi pada anak-anak, maka akan memunculkan berbagai gejala berikut ini, yaitu:
Mudah marah.
Mudah menangis.
Badan kaku.
Ingin selalu dengan orang lain.
Pengobatan Claustrophobia
Untuk mengatasi claustrophobia ini perlu dilakukan pengobatan. Pengobatan yang diberikan pada penderita claustrophobia disesuaikan dengan keparahan yang dialaminya.
Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk menekan rasa takut dan cemas serta membantu penderita untuk lebih bisa mengendalikan diri.
Beberapa metode yang dapat dilakukan dalam pengobatan claustrophobia, antara lain:
1. Psikoterapi
Psikoterapi yang dapat dilakukan untuk mengobati claustrophobia adalah terapi perilaku kognitif, terapi pemaparan, terapi pembanjiran (flooding), terapi relaksasi, hingga terapi modeling.
2. Obat-obatan
Selain menggunakan psikoterapi, obat-obatan juga bisa diberikan kepada penderita untuk mengatasi perasaan cemas dan takut yang dialami. Obat tersebut adalah antidepresan dan anticemas.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai claustrophobia. Semoga bermanfaat. (LAU)
