Konten dari Pengguna

Mengenal Efek Mandela dalam Psikologi

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Efek Mandela dalam Psikologi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels/Olly
zoom-in-whitePerbesar
Efek Mandela dalam Psikologi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels/Olly

Efek Mandela saat ini kian populer di media sosial. Sayangnya, masih banyak yang tidak memahami arti dari efek Mandela dalam psikologi.

Istilah efek Mandela semakin terkenal setelah kematian Nelson Mandela. Pasca kematian Nelson Mandela, istilah tersebut digunakan untuk kejadian-kejadian serupa.

Kenali Efek Mandela dalam Psikologi

Efek Mandela dalam Psikologi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels/Olly

Apa itu efek Mandela dalam psikologi? Dikutip dari buku The Mandela Effect: Ascension, Horne (2016:1), efek Mandela dinamakan demikian karena merupakan fenomena unik yang terjadi di seluruh dunia dan terus berlanjut hingga saat ini, dan diperkirakan akan terus berlanjut selamanya.

Efek Mandela merupakan satu fenomena saat sekelompok orang memiliki ingatan yang salah tentang suatu kejadian. Efek Mandela pertama kali dicetuskan pada tahun 2009 silam oleh Fiona Broome.

Broome menghadiri sebuah konferensi dan berbicara tentang kematian mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela di tahun 1980-an. Padahal, faktanya pada saat itu Nelson Mandela masih hidup.

Nelson Mandela menjadi presiden pada tahun 1994-1999 dan wafat di tahun 2013. Selain Broome, ada banyak orang di seluruh dunia yang meyakini bahwa Nelson Mandela telah wafat beberapa puluh tahun lalu.

Sejak saat itu, istilah efek Mandela digunakan untuk menggambarkan kejadian serupa. Efek Mandela dapat terjadi karena beberapa hal. Adapun di antaranya sebaagai berikut.

1. Keterbatasan Memori

Cara kerja manusia tidak sempurna. Hal ini membuat seseorang dapat salah mengingat suatu kejadian. Ingatan manusia juga dapat berubah karena adanya imajinasi, sugesti, dan informasi baru.

2. Sugesti Sosial

Penyebab lainnya, yaitu adanya sugesti sosial. Saat banyak orang mengingat hal yang sama, otak manusia akan menerima hal tersebut sebagai suatu kebenaran. Informasi yang salah, tetapi secara terus menerus diulang akan terasa menjadi benar.

Contoh Efek Mandela

Efek Mandela dalam Psikologi. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Pexels/Olly

Selain peristiwa kematian Nelson Mandela, ada beberapa contoh efek Mandela lainnya. Berikut di antaranya.

  • Banyak orang yang salah mengingat lirik lagu “Balonku”. Liriknya menjadi “merah kuning kelabu, merah muda dan biru”. Padahal seharusnya lirik yang benar adalah “hijau kuning kelabu, merah muda dan biru”.

  • Banyak orang yang berpikir bahwa Malaysia dan Brunei termasuk dalam Kalimantan, Hal ini karena tidak bisa membedakan batas Kalimantan dan kedua negara tersebut.

Baca juga: 5 Contoh Stereotip dalam Pekerjaan yang Sering Kali Muncul

Demikian penjelasan singkat tentang efek Mandela dalam psikologi. Semoga bermanfaat. (FAR)