Konten dari Pengguna

Mengenal Eksibisionisme dalam Psikologi dan Cara Menghindarinya

info psikologi

info psikologi

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi eksibisionisme dalam psikologi. Sumber foto: pexels/RDNE Stock project.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi eksibisionisme dalam psikologi. Sumber foto: pexels/RDNE Stock project.

Eksibisionisme dalam Psikologi adalah salah satu jenis kelainan atau penyakit Psikologi yang cukup mengganggu.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu eksibisionisme dan bagaimana cara mengatasinya, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Eksibisionisme dalam Psikologi

Ilustrasi eksibisionisme dalam psikologi. Sumber foto: pexels/Nino Sanger.

Dikutip dalam buku Bunga Rampai Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana karya Dr. Agnes Batmomolin, Dkk, menjelaskan bahwa eksibisionisme adalah salah satu golongan penyakit pharapilia. Pharapilia merupakan istilah dari bahasa Yunani. Phara artinya sisi lain dan philos artinya mencintai.

Sedangkan eksibisionisme berasal dari kata exhibition yang memiliki arti memperlihatkan alat kelamin.

Eksibisionisme secara definisi adalah aktivitas seksual yang tidak wajar atau menyimpang dengan cara menunjukkan alat kelaminnya kepada orang lain.

Dalam pengertian lain, eksibisionisme adalah kecenderungan dalam hal berimajinasi seksual dengan mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain dengan tujuan meraih kepuasan seksual.

Gangguan eksibisionisme ini biasanya diikuti dengan melakukan tindakan masturbasi. Walau begitu, kelainan eksibisionisme tidak punya niatan untuk melakukan hal yang lebih kepada korban, seperti memperkosa, dan lain sebagainya.

Cara Menghindari Eksibisionisme

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari kelainan eksibisionisme, antara lain.

1. Tidak Mengkonsumsi Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang

Cara menghindari eksibisionisme yang pertama yaitu tidak minum-minuman berakohol dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

Berdasarkan penelitian, salah satu pemicu terjadinya eksibisionisme adalah karena obat-obatan tersebut.

2. Mengontrol Diri dari Nafsu

Nafsu seksual merupakan hal yang wajar terjadi dan dialami oleh semua manusia. Namun, sesuatu yang normal tersebut bisa menjadi penyimpangan ketika tidak terkontrol dengan baik.

Cara mengontrolnya diantaranya mengalihkannya dengan melakukan kegiatan positif. Sehingga otak tidak fokus atau tidak dipenuhi dengan imajinasi seksual.

3. Mengurangi Frekuensi Menonton Film atau Video Porno

Cara menghindarkan diri dari gangguan eksibisionisme yang selanjutnya yaitu mengurangi intensitas menonton film, video, gambar, atau hal-hal lain yang dapat memunculkan rangsangan atau imajinasi seksualitas yang berlebihan.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa eksibisionisme adalah penyimpangan seksual pada seseorang dengan suka memamerkan alat vitalnya ke orang lain. (DAI)