Mengenal High Maintenance Relationship yang Banyak Terdapat di Masyarakat

Menyajikan informasi seputar info psikologi yang terkini, terupdate, dan terlengkap.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari info psikologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

High maintenance relationship adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang membutuhkan perhatian khusus. Hal tersebut kerap membuat pasangan merasa kerepotan, terganggu, bahkan terkadang sampai stres.
Dikutip dalam buku High Maintenance Relationship karya Les Parrott PH.D, dalam kehidupan seseorang terkadang tidak bisa menghindari hubungan dengan orang-orang yang mengalami gangguan seperti itu.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang high maintenance relationship, simak uraian lengkap di artikel berikut.
High Maintenance Relationship dan Ciri-Cirinya
High maintenance relationship adalah tipe orang yang sensitif, mudah terluka, serta gampang ngambek atau marah ketika tidak mendapatkan perhatian.
Orang yang mengalami gangguan high maintenance relationship sering kali akan menyalahkan, mengajak adu mulut, pada orang-orang terdekat. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa ia juga akan melakukannya pada orang lain.
Terdapat beberapa ciri yang bisa digunakan sebagai patokan atau standar untuk menganalisa seseorang. Apakah tergolong high maintenance relationship atau tidak.
1. Sering Meminta Tolong Pasangan untuk Mengurus Semua Keperluannya
Ciri pertama orang yang mengalami high maintenance relationship yaitu, ia sering meminta tolong pada pasangannya untuk mengurus semua keperluannya. Walaupun hal tersebut demi kebaikan dirinya sendiri atau termasuk kewajibannya sendiri.
Contohnya dengan meminta pasangan menyiapkan baju sehari-hari, menyuruh pasangan menyiapkan makanan, dan lain sebagainya. Hal tersebut bukan karena ia sedang sibuk atau sakit, melainkan malas melakukannya sendiri.
2. Tergantung atau Tidak Bisa Mandiri
Orang yang mengalami high maintenance relationship selalu menggantukan hidupnya kepada pasangan. Bahkan untuk melakukan hal-hal kecil dan sederhana ia selalu meminta bantuan pasangan.
Jika pasangan sedang sibuk dan tidak bisa membantunya, biasanya orang yang mengalami high maintenance relationship akan marah-marah dan ngambek.
3. Susah Bahagia
Ciri ketiga yaitu sulit bahagia atau tidak gampang senang. Ia sering merasa pasangan tidak bisa memahami dan mengerti keinginan dirinya.
Walaupun, pada faktanya pasangan selalu berusaha menuruti keinginannya. Sederhananya, orang high maintenance relationship cenderung selalu mencari letak kesalahan atau kekurangan pasangan. Ia mudah lupa kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan pasangan.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa, high maintenance relationship adalah orang yang selalu bergantung pada pasangan serta membituhkan perhatian khusus dari pasangan.
(DAI)
